oleh

Pemkot-DPRD-Kepala Sekolah Bahas KBM Tatap Muka

Wali Kota : Lebih Cepat Lebih Baik !

SORONG – Wali Kota Sorong, Drs Ec.Lambert Jitmau,MM menggelar rapat bersama DPRD Kota Sorong, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan, Satgas Covid-19, Forkompinda beserta kepala-kepala sekolah PAUD, TK, SD dan SMP se-Kota Sorong. Rapat yang berlangsung di Aula Samu Siret, Rabu (17/2) membahas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Tatap Muka. Demi kepentingan anak bangsa, dan didukung oleh para kepala sekolah, Wali Kota Sorong sangat setuju kegiatan belajar mengajar tatap muka segera dilaksanakan. 

Ditemui wartawan usai rapat, Lambert Jitmau mengatakan rapat ini menyatukan persepsi untuk membahas proses belajar mengajar di sekolah dari PAUD, TK, SD dan SMP. Menurutnya, proses belajar mengajar yang dilakukan dari rumah sejak Covid-19 mewabah, memberikan dampak yang cukup besar pada seluruh sendi kehidupan, termasuk pada proses belajar mengajar.

PMB OPBJJ-UT Sorong

”Kehadiran Pace Corona ini membatasi belajar mengajar. Saya usulkan ke Mendikbud bagaimana proses belajar mengajar biarlah siswa dan guru bertatap muka, sedangkan hal-hal yang menyangkut prokes akan diatur baik. Beliau menjawab bahwa ada surat edaran bersama yang sudah disampaikan ke daerah tingkat l dan daerah tingkat ll, sekarang persoalan kembali ke daerah masing-masing,” ucap Lambert.

Atas restu ‘Mendikbud’, Wali Kota Sorong kemudian menugaskan Kepala Dinas Pendidikan untuk mengundang semua kepala sekolah. ”Kalau begini terus (KBM online,red), kualitas pendidikan anak didik kita bisa dipertanggungjawabkan atau tidak. Saya bertemu dengan Mendikbud supaya belajar mengajar tatap muka. Saya kumpul kepala sekolah dari jenjang TK hingga SMP, karena SMA bukan tanggung jawab saya,” ujarnya.

Di hadapan peserta rapat, Wali Kota Sorong bertanya kepada semua kepala sekolah. ”Sekolah mau belajar mengajar tatap muka atau tetap berjalan seperti ini dari rumah,” tanya Lambert. Guru atau kepala sekolah peserta rapat secara serentak menjawab. Tatap muka. ”Kata itu yang saya tunggu, berarti pikiran dan tujuan sama dengan bapak ibu sekalian. Tidak perlu bicara panjang lebar, kita sepakat proses belajar mengajar tatap muka. Mekanisme saya serahkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta kepala sekolah. Sudah setuju jadi saya tidak bicara banyak, atur sesuai dengan mekanisme sekolah tanpa mengorbankan prokes. Jawaban tadi itu sudah setuju,” tegas Lambert Jitmau.

Dandim 1802/Sorong, Letkol Inf Budiman,SE,M.I.Pol,MM mengatakan secara prinsip setuju dengan penyampaian Wali Kota Sorong, tapi ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dan harus dibahas atau diperhatikan. 

Sementara itu, Wakil Ketua II DPRD Kota Sorong Elisabeth  Nauw mengatakan, pembelajaran daring yang diamatinya banyak menimbulkan keluhan-keluhan dari para orang tua dan anak-anak, salah satunya dengan keterbatasan fasilitas.  ”Banyak sekali anak-anak yang orang tua yang tidak memiliki fasilitas untuk menunjang belajar daring. Saya pasti yakin guru-guru juga setengah mati karena tidak dapat mengukur perkembangan anak melalui sistem daring. Belajar daring memiliki kelemahan, kami dari DPR mendukung proses belajar mengajar tatap muka,” tegasnya. Kendati demikian, Elisabeth mengingatkan saat KBM berjalan, protokol kesehatan tetap dijaga. Ia juga mengharapkan agar Wali Kota Sorong memperhatikan sarana prasarana pendidikan di masa pandemi ini dan perhatikan kesejahteraan guru.

Wali Kota Sorong mengatakan akan membuat SK Wali Kota sebagai payung hukum untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar tatap muka. ”Hari ini pertemuan nanti kita akan rangkum kesepakatan dan dibuat melalui SK. Kegiatan belajar mengatakan tatap muka, lebih cepat lebih baik. Semua akan diatur, tidak sekali mengajar, bisa pagi, siang, bisa malam. Jangan semua dari kelas 1 sampai kelas 6 datang, itu kan bisa diatur. Kita tetapkan proses belajar mengajar tatap muka tetap berjalan,” tegas Lambert Jitmau. (zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed