oleh

Pemkot Dinilai Tak Perhatikan Pasar Sentral

-Metro-150 views

Pemerintah Kota Sorong, khususnya Wali Kota Sorong, Drs. Ec Lambet Jitmau MM dianggap tidak memperdulikan rakyat kecil yang berjualan di Pasar Sentral Remu. Wali Kota hanya memperhatikan supermarket dan mall-mall besar yang ada di Kota Sorong.

Jaman dulu, ketika Pasar Sentral Remu masih dikuasai Kabupaten Sorong kondisinya lumayan baik, bahkan tertib dan tidak ada jalan yang becek serta para pedagang tertib karena sering di kontrol. Kemudian, tempat sampah pun disediakan, mobil pengangkut sampah dapat berlalu lalang dengan baik dan pedagang kaki lima diatur dengan baik.

“Semua los terjamin dan bagus sekali,” ujar H. Poto

H. Poto,  bukanlah orang baru yang berjualan di Pasar Remu, bahkan sebelum adanya Pasar Remu, dirinya sudah berjualan di Pasar Darurat atau Pasar Mina sejak tahun 1973 dan berpindah-pindah karena pasar terbakar. Ia mulai  berjualan di Pasar Remu sejak tahun 1982 saat pasar Remu baru mau dibangun. Oleh karena itu, ketika Pasar Remu masih dikelola Pemkab Sorong, ia tidak pernah merasakan banjir maupun jalan becek, karena kebersihan di Pasar Remu terjaga dengan baik.

Namun, ketika dikelola atau dilimpahkan ke Pemerintah Kota Sorong, kondisi Pasar Remu mulai berubah,  semrawut, los atau lapak pedagang mulai tidak tertata, sampah dimana-mana, tidak ada tempat pembuangan sampah yang disediakan dan  banjir akibat dari tidak dibersihkan got-got atau saluran drainase kecil di dalam Pasar Remu, namun pembayaran retribusi tetap prioritas.

“Petugas pasar sekarang tidak tertib karena di kantor saja. Dan pedagang juga macet,”terangnya.

Apalagi adanya wabah Covid-19 ini, sambung H. Poto, seluruh transaksi jual beli pastinya macet dan kemungkinan retribusi tetap  dibayar, khususnya lapak yang ia tempati permeter Rp 50 ribu. Yang tambah menyusahkan lagi, ia tegaskan, tidak adanya ketersediaan tempat sampah, sehingga pedagang akan menunggu mobil sampah datang baru sampah-sampahnya dibuang ke mobil sampah.

“Ini wabah Corona, belum ada penangihan retribusi, kalau ada ya.. tetap kita bayar,”tuturnya.

Sekarang ini sepertinya pemerintah sudah tidak ada, karena tidak mengurus pasar, padahal apabila dikelola dengan baik, pemasukan dari Pasar Sentral Remu, bisa menjadi pemasukan yang cukup besar untuk daerah. (Juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed