oleh

Pemkab Maybrat Tingkatkan Mutu Pendidikan

-Sorong Raya-696 views

SORONG– Khusus di Kabupaten Maybrat, Pergerakan pembangunan terus berkesinambungan. Dengan demikian sesuai tema HUT ke 74 Republik Indonesia tahun ini “SDM Unggul Indonesia Maju” telah sejalan dengan visi-misi dan kebijakan pembangunan di Kabupaten Maybrat.  Demikian disampaikan Bupati Maybrat, Drs. Bernard Sagrim,MM usai memimpin upacara (Irup) HUT Kemerdekaan RI ke 74 Tahun (17/8) di Alun – alun Fait Mayaf Kabupaten Maybrat.

Bupati Maybrat menerangkan, visi besar Presiden Jokowi di periode kedua menitikberatkan pada pemingkatan mutu SDM telah sejalan dengan peningkatan mutu pendidikan di Kabupaten Maybrat yang mengarah pada sistim zonasi. “ Saya kira itu sudah sejalan dengan kebijakan Pemerintah Maybrat untuk meningkatkan mutu pendidikan dengan sistim zonasi. Dengan adanya pendidikan bebasis zonasi Pemerintah Daerah lebih fokus untuk memperhatikan” jelas Sagrim.

“Kita bersyukur karena di Maybrat sudah ikut komitmen nasional. SDM unggul Indonesia kuat, SDM unggul Maybrat kuat,” kata bupati sembari menambahkan bahwa di Maybrat akan menerapkan tiga titik pendidikan berbasis zonasi.

Titik pertama meliputi Ayamaru Raya dan Ayamaru Utara Raya, dipusatkan di dua sekolah yakni Ayamaru dan Kambuaya, titik zonasi kedua meliputi Aifat Raya dipusatkan di Susumuk, dan wilayah Aitinyo Raya dipusatkan di Distrik Aitinyo. 

“Kedepan sekolah dasar yang tersebar pada setiap kampung akan menyelenggarakan aktifitas belajar mengajar sampai di kelas tiga, selanjutnya di kelas empat sampai tamat pindahkan ke sekolah unggulan berbasis zonasi tadi” ujarnya.

Ditambahkannya, konsep pendidikan berbasis zonasi adalah dalam konteks sekolah dasar negeri, tidak untuk sekolah yayasan atau swasta. Yang terpenting adalah Pemerintah Daerah saat ini tidak fokus lagi untuk membangun ruang kelas belajar, tetapi lebih kepada pembangunanya, kapasitas SDM para tenaga pendidik dan kependidikan, pengadaan fasilitas penunjang atau sarana prasarana pendidikan.

“Percuma kalau dibangun gedungnya megah, pada setiap kampung tetapi kualitas dan mutu pendidikan di bawah standar, kan percuma juga” jelasnya kepada Radar Sorong. (ris) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed