oleh

Pemilik Tujuh Taman Laporkan PT. BJA

Diduga Lakukan Pencemaran Lingkungan

SORONG – Masyarakat pemilik tujuh Taman Rekreasi (Pantai) Kelurahan Saoka Kota Sorong, menggandeng Perhimpunan Bantuan Hukum Keadilan dan Perdamaian (PBHKP) resmi melaporkan PT. BJA ke Polres Sorong Kota, Kamis (18/2), lantaran diduga melakukan pencemaran lingkungan akibat aktifitas galian tambang atau galian c serta aktifitas reklamasi pantai.

Sebelumnya, pemilik tujuh taman rekreasi tersebut telah mendatangi Kantor PBHKP di HBM,  mengadukan pencemaran lingkungan tersebut dan telah menyerahkan kuasa mereka kepada Tim Penasehat Hukum dari PBHKP yakni Laury da Costa,SH bersama dengan Jatir Yuda Marau,SH.CLA untuk selanjutnya membuat LP ke Polres Sorong Kota.

Tujuh taman rekreasi yang terdampak diantaranya Pantai Galelea, Nazaret, Alinda, Teberias, Linson 1, Linson 2 dan Manusela. Saat Radar Sorong mendatangi salah satu pantai yang terkena dampak yakni Pantai Linson 2 milik Salma Warfandu, kondisi pantai sangat berbeda dari sebelumnya, pasir pantai pun nyaris berwarna hitam dan tercampur dengan batu-batu kerikil. Demikian juga dengan kondisi air laut yang seharusnya berwarna biru ataupun bening, kini sudah berubah warna menjadi coklat. Pantai Linson 2 hampir berdekatan dengan PT. BJA. 

Penasehat Hukum (PH), Laury da Costa,SH menjelaskan pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat Tanjung Saoka terkait dugaan kasus pencemaran lingkungan akibat aktifitas galian tambang atau galian C dan reklamasi pantai. Selain itu, diduga aktifitas galian C tersebut masuk dalam kawasan hutan lindung. Menur da Costa, persoalan ini sudah berlangsung cukup lama namun tidak ada penanganan atau perhatian terhadap masyarakat terdampak. “Kita juga sudah melakukan penandatanganan kuasa serta membuat Laporan Polisi terkait tindak pidana yang diduga dilakukan PT BJA,” jelasnya kepada Radar Sorong, kemarin.

Sementara itu, Jatir Yuda Marau,SH.CLA menambahkan, selain hukum pidana, pihaknya juga akan melakukan upaya hokum keperdataan karena dalam kasus ini terdapat unsure perdata.  “Masyarakan melaporkan bahwa yang melakukan reklamasi atau menjalankan usaha galian C di Tanjung Kasuarai yakni PT. BJA,”ujarnya.

Salah satu pelapor, Salma Warfandu yang juga merupakan pemilik Pantai Linson 1 mengungkapkan taman rekreasi yang ia kelola kini terlihat seperti bukan lagi pantai karena dipenuni dengan limbah dari perusahaan seperti batu kerikil, material, bahkan lumpur yang menyebabkan pantai yang dulunya Indah lantaran berwarna biru kehijauan kini menjadi coklat. “Kalau turun ke laut, lumpur bisa setinggi betis bahkan selutut orang dewasa. Kami bingung harus mengeluh ke siapa lagi. Kami pun sudah melayangkan surat kepada pemerintah setempat hingga ke DPRD Kota Sorong, namun hingga saat ini belum ada tindakan dan tanggapan apapun, padahal perusahaan sudah berdiri selama 7 tahun lamanya,” tuturnya.

Dampak dari limbah perusahaan tersebut, sambung Salma, akhirnya pantainya sudah jarang dikunjungi oleh para pengunjung, sehingga yang biasanya perhari bisa mendapatkan ratusan hingga jutaan rupiah, kini dalam sehari pun tidak sampai Rp 100 ribu. Hal tersebut juga berdampak pada perekonomian hingga kebutuhan sekolah dan masa depan anak-anaknya. “Pendapatan pun susah, cari ikan pun susah karena laut sudah begitu. Disana ada sekitar 20 KK dari tujuh tempat rekreasi yakni Pantai Galelea, Nazaret, Alinda, Teberias, Linson 1, Linson 2 dan Manusela,” ungkapnya.

Perwakilan masyarakat, Hasan, mengungapkan masyarakat khususnya pemilik tempat usaha taman rekreasi sudah berjuang selama 7 tahun namun tidak membuahkan hasil, sehingga akhirnya masyarakat meminta bantuan kepada Lembaga Bantuan Hukum untuk memproses permasalahan ini melalui jalur hukum.

Terkait laporan warga, pihak PT BJA belum berhasil dimintai tanggapannya. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed