Pemerintah Dalam Persiapan Endemi Covid-19, Ini Kata Epidemiolog

radar sorong – Kementerian Kesehatan Indonesia, atau Kemenkes, sedang menyusun sebuah peta jalan (roadmap) dalam rangka merubah kebiasaan warga Tanah Air dari pandemi ke endemi Covid-19. Persiapan endemi Covid-19 ini, dinilai sangat signifikan untuk mengembalikan berbagai kondisi yang terkena dampak setelah virusnya menyerang Indonesia pada 2020 lalu. Salah satu langkah yang akan digunakan dan diterapkan oleh pemerintahan, adalah memberlakukan sejumlah aturan pelonggaran demi merealisasikan transisi era kehidupan normal dengan nyaman pasca pandemi Covid-19. 

Melansir dari sumber Kompas,com, pada 10 Maret 2022 kemarin, Siti Nadia Tarmizi, selaku Sekretaris Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, mengatakan bahwa pemerintah memiliki sebuah rencana yang akan diberlakukan kepada seluruh masyarakat mengenai pelonggaran protokol kesehatan. Sekedar informasi untuk anda, bahwa saat ini Kemenkes sedang melakukan proses pengkajian terhadap susunan roadmap

Kemungkinan besar, Indonesia sudah memperbolehkan melepaskan masker di tempat umum dan tidak lagi harus memperhatikan jarak antar manusia di suatu tempat terbuka ataupun tertutup. Akan tetapi dibalik itu, Kemenkes menegaskan bahwa kedua pelonggaran tersebut tidak diberlakukan secara bersamaan, melainkan satu per satu sambil melihat kondisi pandemi di Indonesia. 

“Beberapa hal yang sedang dalam pengkajian oleh kami, adalah penggunaan masker. Untuk kedepannya, kita akan melihat seperti apa kondisi Indonesia terutama kita tidak lagi harus memperhatikan protokol kesehatan secara bersamaan,” ujar Nadia melalui suatu acara konferensi pers secara daring, yang kami lansir dari sumber Kompas.com, pada Selasa, 8 Maret 2022. Lantas, benarkah Indonesia akan memberlakukan sebuah pelonggaran protokol kesehatan di Indonesia dan merubah pandemi ke era endemi? Dibawah ini, adalah ulasan lengkap yang telah kami persiapkan untuk anda.

 Baca juga : Mengulik Transisi Pandemi ke Endemi, Virus yang Tidak Bisa ‘Terbantahkan’!

Transisi Persiapan Endemi Covid-19, Epidemiologi Angkat Bicara

 

Dicky Budiman, selaku Epidemiologi dari Universitas Griffith Australia, mengatakan bahwa kebijakan yang akan diadakan di Indonesia, yakni transisi pandemi ke era endemi, seharusnya sudah mendapatkan pernyataan secara langsung dari Organisasi Kesehatan Dunia, atau WHO. “Kalau semisalkan tidak ada surat langsung dari WHO, ya apapun aturan yang diambil akan tetap dikategorikan sebagai pandemi,” ujar Dicky, yang kami lansir dari sumber Kompas.com, pada Kamis, 10 Maret 2022 siang. 

Salah satu hal dasar yang bisa merubah pandemi ke endemi serta mendapatkan konfirmasi oleh WHO, adalah sepertiga negara-negara di dunia yang sudah merubah transisi era berdasarkan upaya berhasil mengendalikan pandemi Covid-19, baik mengenai jumlah kasus aktif, kasus tidak aktif, hingga kasus kematian akibat terinfeksi. Tidak berhenti di situ saja, WHO juga akan memutuskan status pandemi pada suatu negara apabila angka reproduksi virus Covid-19 tidak lebih dari satu persen, tidak terdapat kasus positif Covid-19 dalam jangka waktu yang telah ditentukan, begitu pula dengan kasus kematian. 

Apabila seluruh persyaratan dan kemungkinan telah terpenuhi, barulah WHO memperbolehkan suatu negara mengubah pandemi dan memberlakukan pelonggaran protokol kesehatan secara serentak untuk warga negaranya. Akan tetapi, hal penting yang tidak boleh terlewatkan dalam mengubah pandemi ke endemi, adalah memaksimalkan program vaksinasi dan 3T (testing, tracing, treatment). Menurut Dicky, apabila ada satu aspek yang terbukti melonggar menjelang perubahan era, maka aspek lainnya tidak boleh mengalami hal yang sama dan wajib diperkuat. 

“Misalkan tidak memberlakukan kebijakan tes untuk jalur penerbangan, tetapi seluruh penumpan sudah memberikan bukti menyelesaikan vaksinasi dosis 2 dan dosis 3 sampai 90 persen, sekurang-kurangnya itu 70 persen, kelompok berisiko juga meningkat di waktu bersamaan,” ujar Dicky. Melansir dari sumber Kompas.com, dikatakan bahwa dari 30 provinsi di Indonesia memiliki rata-rata test positivity rate masih sangat jauh dari ketentuan WHO. 

Sebagaimana yang diketahui, bahwa WHO baru akan mencabut status pandemi ke endemi apabila jumlah rata-rata nya hanya 1 persen saja. “Jadi dari hasil rata-rata itu menunjukkan bahwa angka kasus kematian akibat Covid masih sangat tinggi, belum lagi tren-tren pandemi yang kian meningkat,” tegas Dicky. Jadi, menurutnya, bisa saja Indonesia akan mengalami sebuah perubahan era endemi, namun hanya di beberapa provinsi saja, tidak semua. Sementara wilayah untuk global, masih tetap memberlakukan pandemi dan protokol kesehatan yang ketat. 

Di kesempatan yang sama, Dicky juga menjelaskan bahwa sebenarnya masyarakat lah yang memiliki peranan besar merubah status dari pandemi ke endemi. Sehingga, persiapan endemi Covid-19 bisa sepenuhnya berhasil.

Previous post Rekomendasi Destinasi Wisata Romantis di Gorontalo, Wajib Bawa Pasangan!
Next post Kekecewaan Faisal Ketika Vanessa Angel Disebut Hamil Diluar Nikah!