oleh

Pemda Usulkan 16 Calon Kampung Persiapan

KAIMANA – Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kaimana, melalui Bagian Pemerintahan Setda Kaimana telah mengusulkan pembentukan 16 kampung persiapan ke Gubernur Papua Barat, melalui Biro Pemerintahan Provinsi Papua Barat. Pengusulan 16 kampung persiapan ini, merupakan permintaan masyarakat kampungyang berada di 6 Distrik di Kaimana, melalui Peraturan Bupati (Perbup) Kaimana.
6 Distrik yang kampungnya diusulkan sebagai kampung persiapan yakni, Distrik Kaimana, Distrik Teluk Arguni, Distrik Kambrauw, Distrik Buruway, Distrik Teluk Etna dan Distrik Yamor.
“Kami sudah sampaikan ke pak Gubernur Papua Barat, 16 kampung persiapan untuk dikeluarkan ­rekomendasi dan nomor register. Tim nantinya akan ke Kaimana untuk evaluasi dan melakukan uji petik, terhadap ­beberapa calon kampung persiapan yang sudah kami usulkan. Selanjutnya berdasarkan hasil evaluasi disampaikan ke pak Gubernur, untuk dikeluarkan ­rekomendasi dan nomor register,” jelas Kabag Pemerintahan Setda Kaimana Fransisko E. Beruatwarin, kepada wartawan di Kantor Bupati Kaimana, Rabu (8/7).
Dikatakan Kabag Beruatwarin, setelah dikeluarkan rekomendasi dan nomor register, maka Pemda Kaimana sudah bisa melakukan pelantikan terhadap penjabat Kepala kampung persiapan, yang akan dijabat oleh ASN.
“Kami masih menunggu, hasil kordinasi dengan teman-teman di Biro Pemerintahan Papua Barat, mereka akan ke Kaimana untuk mengecek kondisi fisik dari kampung persiapan yang diusulkan. Hal ini guna mencegah terjadinya kampung siluman,” kata Beruatwarin.
Dalam keterangannya juga Alumni IPDN ini menjelaskan, masa berlaku kampung persiapan tidak lebih dari 3 tahun sehingga akan ada evaluasi. Jika berdasarkan hasil evaluasi, dinyatakan bisa memenuhi syarat sebagai kampung ­definitif.
“Kalau layak, satu tahun pun bisa kami usulkan menjadi kampung definitif. Jika tidak layak maka bisa diperpanjang menjadi 3 tahun lag, Ini sesuai regulasi terbaru,” ujarnya.
Diakhir keterangannya lelaki yang akrab disapa Edo ini menegaskan, pengusulan pembentukan kampung persiapan ini murni permintaan masyarakat berdasar­kan kebutuhan bukan kepentingan.
“Sekali lagi saya tegaskan, pembentukan ini murni kebutuhan bukan karena kepentingan. Serta sudah layak, dan sayapastikan ke 16 kampung persiapan ini fisiknya ada,”tegasnya.
“Mudah-mudahan dalam tahun ini sudah bisa terealisasi, sehingga kami sudah bisa usulkan ke DPR dengan demikian ke 16 kampung sudah bisa memperoleh Dana Desa sendiri, tanpa harus melalui desa induk sebelumnya,” harapnya.(fat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed