oleh

Pemda Kamina Minta PT.JSL Siapkan SOP

KAIMANA-Sejak diberhentikan aktifitas pemotongan bangkai kapal eks PT. Avona Mina Lestari, di Pelabuhan Laut Kaimana beberapa waktu oleh pemerintah daerah Kabupaten Kaimana. Pemotongan dikerjakan PT. Jaya Sakti Las (JSL), maka sampai saat ini pihak perusahaan tidak lagi melakukan aktivitas pemotongan di kawasan laut Kaimana ini. 

Solusi terus dicari, agar tidak menimbulkan dampak yang lebih serius, atas terparkirnya puluhan kapal di perairan pelabuhan laut Kaimana. Sehingga Pemerintah daerah Kaimana, menyarankan kepada pihak perusahaan, untuk segera menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) jika ingin melanjutkan operasi pemotongan kapal tersebut.  

Dan belum lama ini, pihak kementerian mendatangi kaimana untuk melihat secara langsung lokasi terparkirnya kapal – kapal tersebut. Karena pihak perusahaan, mengadukan terhentinya pemotongan kapal yang sempat dilakukan oleh mereka ke Kementerian. Berdasarkan hasil koordinasi perwakilan pemerintah daerah, dengan pihak kementerian disepakati bahwa untuk pemotongan kapal, keputusan akhirnya berada di tangan pemerintah daerah kaimana untuk menentukan. 

“Beberapa waktu lalu, pihak Kementerian datang ke Kaimana, karena pihak perusahaan ini mengeluh tentang terhentinya proses pemotongan kapal ke kementerian. Kami sudah jelaskan bahwa yang harus dipenuhi oleh pihak perusahaan, dalam hal ini PT. JSL adalah terkait dengan SOP nya. Kalau SOP nya sudah diserahkan ke kami, maka kami tinggal mengikuti SOP nya. Dan pastinya, pemotongan kapal tidak bisa dilanjutkan di laut, tetapi kemungkinan besar akan ditarik ke darat terlebih dahulu, sehingga mengurangi resiko dampak pencemaran air laut sekitar,” Jelas Kepala Seksi Amdal Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Kaimana, Binsar Sitanggang, S.Si,MM ketika dikonfirmasi diruang kerjanya, Kamis (15/8)

Dikatakan, jika dipertimbangkan dari sisi dampak pencemaran lingkungan . Pasca terhentinya, pemotongan kapal yang sebelumnya digunakan sebagai kapal pencari udang ini. Maka mau tidak mau solusi yang terbaik, harus segera  diambil. Karena dikhawatirkan, jika tidak segera ditemukan solusi atas kapal – kapal tersebut, lingkungan sekitar pelabuhan akan tercemar lebih serius. 

“Hasil koordinasi kami dengan pihak kementerian juga sudah kami sampaikan kepada pak Bupati. Untuk rencana diselesaikan secara hukum, saya fikir agak berat. Karena kalau kita ngotot untuk diselesaikan dipengadilan, maka kapaI-kapaI ini selama proses hukum. Tetap berada dilokasi ini, dan pihak kementerian juga sependapat dengan kami, karena menurut pertimbangan mereka. Jika kapal – kapal tersebut, terus berada di Iaut. Maka dampaknya akan jauh Iebih besar ketimbang saat ini,”terangnya. 

Binsar juga mengatakan, jika pihak perusahaan sudah menyiapkan alat berat yang nantinya akan digunakan untuk mobilisasi bangkai kapal menuju darat. Jika memang, SOP yang disiapkan disetujui oleh pemerintah daerah. 

“Terakhir hasil koordinasi kami bahwa mereka sudah siapkan alat berat untuk menarik bangkai kapal ini ke darat. Aktifltas pemotongan mungkin akan dilanjutkan ke darat. Dengan mempertimbangkan resiko terpaparnya material baik untuk laut tetapi juga untuk masyarakat sekitar,” pungkasnya.  (fat) 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed