oleh

Pemda Harus Dukung Larangan Mudik

MANOKWARI-Wakil Ketua I DPR Papua Barat Ranley Mansawan, SE mendukung kebijakan pemerintah yang melarang mudik Lebaran pada 6-17 Mei. Dia menilai, aturan pemerintah ini untuk melindungi rakyat dari penularan virus corona (Covid-19), sehingga harus diikuti pemerintah daerah.

‘’Ya, larang mudik itu sudah dipertimbangkan secara matang. Apa yang menjadi keputusan pemerintah pusat mesti ditindaklanjuti pemerintah daerah. Itu sudah menjadi ketentuan,’’ ujar politisi Nasdem ini kepada wartawan, Senin (19/4).

Perlu dilakukan pemerintah daerah mempersiapkan aparatur terkait untuk melakukan pengawasan di bandara, pelabuhan maupun transportasi darat. Hanya pihak-pihak yang telah ditentukan yang boleh melakukan perjalanan, seperti orang sakit, ibu hamil dan keperluan penting lainnya.

Pelarangan mudik kali ini menurut Ranley merupakan evaluasi tahun sebelumnya. Pada mudik tahun 2020 lalu, pemerintah memberi kelonggaran, dampaknya angka kasus positif Covid-19 meningkat tajam. ‘’Nah,  pengalaman tahun lalu usai mudik terjadi peningkatan kasus, makanya mudik tahun ini arus mudik diperketat untuk mencegah penularan lebih tinggi,’’ ucapnya.

Pemerintah saat ini sedang berupaya keras mengendalikan penyebaran Covid-19. Ranley berharap, dengan kepatuhan penerapan protokol kesehatan, angka penularan semakin menurun. Juga pelaksanaan vaksinasi  yang sedang digalakkan secara bertahap penekan laju penularan.

Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 akan segera menggelar rapat dengan Dinas  Perhubungan dan instansi terkait lainnya membicarakan pelarangan mudik Lebaran tahun ini. Ketua Pelaksana Harian Satgas Penanganan Covid-19 Papua Barat, Derek Ampnir, SSos mengatakan, rapat akan membicarakan pembatasan atau penghentian seluruh arus transportasi udara dan laut.

Sesuai keputusan pemerintah pusat penghentian penerbangan, pelayaran laut mulai diberlakukan 6 April hingga 17 Mei sebagai upaya mencegah penyebaran virus corona. Pemerintah akan melakukan pengawasan arus transportasi secara ketat.

Kepala BPBD ini bahkan meminta kepada masyarakat untuk menyiapkan bahan makanan serta obat-obatan. Selama 6 April-17 Mei, masyarakat dilarang bepergian ke luar daerah bila tak ada keperluan penting.

“Kita harus siapkan scenario terburuk, jadi siapkan makanan dan obat-obatan. Saya dan Kadis Perhubungan sudah koordinasi. Kalau transportasi dihentikan kira-kira bagaimana kebutuhan logistic,’’ tuturnya.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed