oleh

Pembelajaran Tatap Muka Ditunda

Kadis Pendidikan Sidak, Pastikan Sekolah Tidak Laksanakan KBM Tatap Muka

SORONG – Menindaklanjuti surat edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat tentang penundaan pembelajaran tatap muka atau penudaan pembukaaan sekolah-sekolah, Senin (4/1) Kepala Dinas Pendidikan Kota Sorong, Petrus Korisano,SPd,MPd didampingi para pengawas melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sekolah-sekolah di Kota Sorong guna memastikan kepatuhan sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Sorong, Petrus Korisano,SPd,MPd mengatakan, menindaklanjuti Revisi Surat Keputusan Bersama 4 (Empat) Menteri Nomor 04/K8/2020, Nomor 737 Tahun 2020, Nomor HK 01 06/Menkes/7093/2020, Nomor 420-3987 Tahun 2020 tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada Tahun Ajaran 2020/2021 dan Tahun Akademik 2020/2021 di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019, menyikapi data perkembangan konfirmasi positif covid-19 di Provinsi Papua Barat serta untuk menghindari penyebaran lebih luas dari virus tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Provinsi Papua Barat dihimbau untuk menunda kegiatan pembelajaran tatap muka langsung di semua satuan pendidikan kecuali diijinkan atau disetujui oleh pemerintah setempat. Proses KBM dialihkan secara pembelajaran jarak jauh, melalui daring/Luring/Modul serta pembelajaran lainnya yang sejenis sampai batas waktu yang belum ditentukan, mengingat perkembangan dan perluasan penyebaran Covid 19 yang masih belum dapat dikendalikan. 

”Pertama dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kita sudah terima surat edarannya lewat whatsApp maupun lewat YouTube sudah kami terima menyangkut penundaan pembukaan sekolah di tahun 2021. Kemudian ditindaklanjuti lagi oleh Gubernur melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Barat dan diharapkan untuk sekarang dilarang  untuk jangan membuka sekolah dulu sebelum ada pemberitahuan lebih lanjut dari pemerintah,” kata Petrus Korisano kepada Radar Sorong, Senin (4/1).

Dikatakan, Dinas Pendidikan dan pengawas melakukan sidak untuk memastikan tidak ada sekolah yang membuka sekolah dengan melakukan kegiatan belajar mengajar. ”Hari ini saya dari pagi jam 8, saya sudah keliling mulai dari titik 0 saoka sampai kilo 12 untuk semua sekolah dari TK, SD, SMP, SMA/SMK bersama pengawas TK, SD, SMP, SMA/SMK itu tadi pagi ini menyampaikan edaran dari pak Mendikbud dan Kadis Pendidikan Provinsi Papua Barat bahwa sekolah belum bisa buka,” jelasnya.

Ia mengimbau kepala sekolah dari jenjang TK, SD, SMP, SMA dan SMK yang ada di kota Sorong mengikuti surat edaran tersebut. Ia juga mengingatkan seluruh masyarakat Kota Sorong untuk mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19. ”Kepada seluruh masyarakat Kota Sorong patuhi protokol kesehatan. Kepada kepsek tidak boleh kita buka sekolah, kalau virus ini sudah berkurang atau sudah hilang baru bisa kita buka sekolah. Utamakan kesehatan, keselamatan jiwa dari guru-guru, kepala sekolah, anak-anak didik siswa se Kota Sorong dan seluruh masyarakat yang ada di lingkungan pendidikan kita utamakan,” tegasnya.

Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Kota Sorong, Arif Husain mengatakan pada dasarnya pihaknya mengikuti surat edaran dari Kemendikbud dan Dinas Pendidikan Provinsi bahwa tidak membuka sekolah untuk kegiatan belajar mengajar. ”Jadi kami tidak pernah melakukan KBM tatap muka. Jadi untuk semester ini, kami tetap perhatikan protokol kesehatan. Guru-guru juga menyediakan segala sesuatu yang dibutuhkan dalam proses KBM, sehingga ada yang harus datang ke sekolah untuk menyiapkannya. Kami tidak pernah melakukan KBM di sekolah, tidak ada anak murid di sekolah, semua belajar sistim daring. Kami akan buka sekolah nanti kalau ada edaran atau perintah dari walikota,” jelasnya. (zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed