oleh

Pembangunan Masjid Raya Tersendat

-Metro-126 views

SORONG-Pembangunan Masjid Raya Al Akbar Sorong membutuhkan anggaran kisaran Rp 78 miliar dengan target waktu pembangunan selama 5 tahun. Namun, target pembangunan tersebut dimungkinkan mengalami kemunduran atau molor  dari waktu yang ditetapkan. Hal ini karena masih minimnya anggaran pembangunan yang tersedia. Awal pembangunan Masjid Raya Al-Akbar Sorong berlangsung pada tahun 2017 lalu dan ditargetkan akan terselesaikan pada tahun 2022.

Sekertaris Panitia Pembangunan Masjid Raya Al-Akbar Sorong, Agung Sibela mengungkapkan, selama ini, pembangunan Masjid Raya Al-Akbar mendapat dukungan dana hibah dari Gubernur Provinsi Papua Barat dan swadaya masyarakat umat Islam Kota Sorong seperti pelaksanaan bazar dan lain sebagainya.

“Pembangunan Masjid Raya saat ini sudah menghabiskan Rp 14 miliar, dimana Rp 9 milair lebih dari Gubernur Papua Barat dan sisanya dari swadaya masyarakat umat Islam. Memang ada bantuan Rp 1,5 miliar oleh Pemerintah Kota Sorong dari janji bapak Wali Kota Sorong sekitar  Rp 20miliar,” jelasnya kepada Radar Sorong, Kamis (16/7).

Dikatakannya, memang Wali Kota Sorong sempat menjanjikan akan membantu pembangunan Masjid Raya senilai Rp 20 milair, tetapi itu hanya janji lisan dan bukan tertulis. Sehingga pihaknya pun tidak terlalu berharap dengan janji bantuan tersebut.

“Dari awal kami juga pernah mengajukan dana pembangunan senilai Rp 3 milair dan disetujui Pemerintah Kota Sorong senilai Rp 2 miliar, tapi sekarang belum direalisasikan,”ungkapnya.

Berdasarkan informasi yang ia dapatkan, pada sidang tahun anggaran 2020 di DPRD Kota Sorong, dana untuk Masjid Raya Al-Akbar Sorong senilai Rp 2 miliar tidak ada, padahal dalam sidang Anggaran sudah ditetapkan. 

“Itu informasi yang saya dengar, bisa ditanyakan kepada dewan,”terangnya.

Ia menyebutkan, Pemerintah Kota Sorong memang  memiliki dana hibah, akan tetapi, sudah beberapa tahun terakhir ini Masjid Raya Al-Akbar Sorong dan semua masjid di Kota Sorong tidak mendapatkan dana tersebut. Oleh karena itu, pihaknya tidak terlalu mengharapkan dana hibah tersebut, karena umat Islam Kota Sorong turut membantu pembangunan Masjid Raya.

“Saya berharap kepada umat Islam, agar bersama membangun tanggung jawab karena ini milik bersama dan kebanggaan kita sekaligus sebagai  central ibadah kaum muslimin. Mari secara bahu membahu saling menguatkan, membantu dan menggalang dana, tentunya dalam rangka percepatan pembangunan Masjid Raya ini,”tandasnya seraya menambahkan bahwa pihaknya juga akan ajukan dana sebesar Rp 2 milair ke provinsi, namun Gubernur Papua Barat berjanji akan membantu Rp 3 miliar lagi, sehingga totalnya Rp 5 miliar. 

“Semoga gubernur tetap ingat dengan janjinya, tapi saya akan ingatkan lagi dan surati lagi,”tandasnya.

Sementara itu, Ketua MUI Kota Sorong, H. Abdul Manan Fakaubun mengatakan Pemerintah Kota Sorong pernah menyumbangkan dana Rp 1,5 milair dari janji Wali Kota Sorong sebesar Rp  20 miliar pada tahun 2018 untuk pembangunan Masjid Raya Al-Akbar Sorong. di Aula Samu Siret kepada pengurus lama.

“Pembangunan Masjid ini, saat ini paling banyak menggunakan dana bantuan dari gubernur maupun dari masjid dan dana umat. Sedangkan bantuan Pemerintah Kota Sorong baru 1 kali Rp 1,5 miliar,”terangnya.

Bahkan MUI Kota Sorong, sambung Manan, merupakan majelis ulama, dimana sesuai Peraturan Presiden  yang masuk di dalam lembaga negara harus dibantu oleh Pemerintah Daerah, namun sejak  tahun 2018 kemarin yang ada di dalam dana hibah tetapi ketika  membuat permohonan pencairan namun tidak dicairkan hingga saat ini.

” Sampai sekarang MUI tidak dibantu padahal MUI di daerah lainnya dibantu oleh Pemerintah Daerah, karena MUI adalah representatif umat Islam,”tuturnya.

Sementara itu Ketua Komisi 1 DPRD Kota Sorong, Muhammad Taslim mengungkapkan bahwa APBD tahun 2020, Masjid Raya Al-Akbar Sorong mendapatkan Rp 2 miliar dan itu sudah ditetapkan dan ada di dalam APBD tahun 2020.

“Kemarin saya berbicara dengan Kepala Badan Keuangan Pemerintah Kota Sorong, dananya ada Rp 2 miliar. Kami memang mendorong itu saat Banggar kemarin, dimana janji Wali Kota Sorong itu harus di tunaikan  makanya  dapat Rp 2 milliar,”ungkapnya.

Ia pun membenarkan bahwa selama ini pembangunan Masjid Raya Al-Akbar Sorong menggunakan dana dari Pemerintah Provinsi Papua Barat dan juga dari swadaya masyarakat atau dari umat Islam.(juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed