oleh

Pemasok Bintang Kejora DPO

MANOKWARI – Jajaran Polres Manokwari menetapkan seorang pria berinisial NA sebagai DPO (daftar pencarian orang). NA diduga sebagai otak dari rencana kegiatan upacara peringatan HUT West Papua di lapangan Borasi pada 27 November yang digagalkan polisi.

Kapolres Manokwari AKBP Dedy Foury Millewa mengatakan, NA merupakan pengumpul dan penggerak massa serta pendonor. “Ada satu orang yang ditetapkan sebagai DPO. Identitasnya sudah diketahui, telah ditetapkan sebagai DPO. Dia melaksanakan kegiatan yang anti pemerintah,” ujar Kapolres, Minggu (1/12).

Penetapan NA sebagai DPO atas pengembangan pemeriksaan terhadap 8 warga yang diamankan di lapangan Borasi pada 27 November pekan lalu. Sedangkan 8 warga hingga kini masih ditahan Polres Manokwari. Namun Kapolres mengakui 8 warga ini diajak dan diprovokasi untuk ikut kegiatan 27 November, merencanakan upacara serta membawa 29 lembar bendera Bintang Kejora. “Kita amankan mereka untuk mencegah hal-hal tak diinginkan seperti amukan massa,” ujarnya.

Sebelumnya, pada 27 November dini hari, jajaran Polres Manokwari mengamankan 8 warga yang diduga hendak melaksanakan upacara peringatan HUT Kemerdekaan West Papua di lapangan Borasi. Kedelapan warga ini langsung digelandang ke Mapolres untuk dimintai keterangan dan diproses hukum.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya 29 lembar bendera Bintang Kejora, tas berisi 42 lembar surat undangan, 5 baliho, 4 pamflet, 16 ID card, 2 mobil, 1 linggus, 1 genset, 1 amplifiker, 1 tiang bendera, 2 speaker, 1 pengeras suara, 1 gergaji dan 1 palu.

Kasat Reskrim AKP Musa Jedi Permana kepada wartawan menjelaskan, para tersangka ini ditangkap sekitar pukul 04.00 WIT di lapangan Borasi ketika hendak mempersiapkan upacara. Barang-barang keperluan upacara diangkut menggunakan 2 mobil. “Mobil mengangkut bendera, poster, tiang-tiang bendera,” tutur Kasat Reskrim.

Aktivitas pencurigakan warga ini diketahui oleh anggota Polres Manokwari  yang melaksanakan  patroli. Para tersangka terlihat turun dari mobil Avanza warna merah, salah satunya bernisial AA langsung diamankan polisi.

Polisi melakukan interogasi terhadap AA dan diperoleh  keterangan bahwa yang bersangkutan diperintahkan temannya untuk ikut kegiatan di lapangan Borasi. Sopir dan penumpang Avanza merah sempat kabur, namun kemudian tertangkap setelah dikejar mobil patroli polisi.

Kasat Reskrim menuturkan, pengejaran terhadap mobil Avanza merah berakhir di depan depan SMPN 2 Manokwari di  Jalan Yos Sudarso. Tujuh warga diamankan dari dalam mobil. “Di dalam mobil ada bendera Bintang Kejora. Mereka kemudian diamankan di Polres Manokwari,” jelasnya.  

Baliho yang dibawa tersangka dan diamankan polisi berukurang cukup besar memuat foto seorang bernama Michael Kareth Presiden West  Papua. Kedelapan pelaku yang diamankan diantaranya berinisial AA, FN, JI, SI, FA, NK dan SM. Mereka ini sebagai berstatus petani, mahasiswa dan pelajar. (lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed