oleh

Peluncur Roket Perkuat Pasmar 3

SORONG – Kehadiran alutsista berupa kendaraan tempur RM 70 Grad Multiple Launch Rocket System (MLRS) berkaliber 122 mm yang dimiliki oleh Resimen Artileri 3 Marinir guna memperkuat jajaran Pasmar 3 tersebut, menghebohkan masyarakat Sorong lantaran melintasi di jalan utama Sorong menuju sarang petarung Marinir Laba-Laba Hitam Katapop, Rabu (19/5).

Iring-iringan RM 70 Grad MLRS yang dijuluki The King of Battle (Raja Pertempuran) tersebut menjadi pertanyaan di tengah masyarakat. Terkait tersebut, Komandan Resimen Artileri 3 Marinir (Danmenart 3 Mar) Letkol Mar Idha M. Basri,SE,MM menegaskan, kehadiran RM 70 Grad MLRS tersebut merupakan bagian dari pemenuhan alutsista untuk Pasmar 3 khususnya Mernart 3 Marinir.

PMB OPBJJ-UT Sorong

Dijelaskannya, kehadiran RM 70 Grad MRLS bukan karena wilayah atau daerah sedang dalam ancaman keamanan yang tinggi. Tetapi, sambung Danmernart 3 Mar Korps Marinir mengutamakan profesional dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI, maka dari itu setiap satuan Resimen Artiler khususnya Batalyon Roket memiliki kendaraan sehingga korps marinir selalu siap  personel material baik di medan latihan maupun di medan pertempuran. “Kalau tingkat ancaman, misalnya suatu negara menyatakan perang itu sudah ada UU dimana yang menyatakan perang adalah Presiden, dan saat ini tidak ada pernyataan perang maka situasi dan kondisi relative aman,” jelasnya kepada Radar Sorong, Jumat (21/5).

Danmernart 3 Mar memaparkan bahwa kendaraan tempur RM 70 Grad MLRS di produksi di negara Cekoslovakia pada tahun 1981, dan mulai bergabung dan aktif di Korps Marinir pada tahun 2004. Sedangkan baru bergabung dengan di Pasmar 3 sejak tahun 2018 saat pembentukan Pasmar 3, khususnya Resimen Artileri 3 Marinir RM 70 Grad ini mulai bergabung pada hari Rabu 19 Mei 2021.  “Sebelumnya, RM 70 Grad ini ditempatkan di Lantamal XIV Sorong dan disana sempat mengalami kerusakan dan dikembalikan ke Surabaya pada tahun 2020 awal untuk melakukan perbaikan yang agak berat selama 1 tahun dan pada 13 Mei 2021 dikirim kembali ke Sorong melalui KRI Bintuni 520 pada hari Jumat 14 Mei 2021 dini hari lalu di Pelabuhan Rakyat Sorong,” ungkapnya.

Diakuinya, untuk memenuhi alutsista organisasi Pasmar 3 yang baru dibentuk sejak 2018, harusnya 18 unit RM 70 Grad namun saat ini baru terpenuhi 2 pucuk RM 70 Grad yang dimiliki Satuan Resimen Artileri 3 Marinir Pasmar 3, dimana 1 pucuknya terdiri dari 40 pucuk laras atau disebut sebagai Multiple Launch Rocket System (MLRS).

Bobot kendaraan tempur RM 70 Grad kurang lebih 18 ton tanpa awak, pucuk dan amunisi, namun bila ditambah dengan awak pucuk serta amunisi 40 butir maka bobotnya menjadi kurang lebih 25 ton. Kendaraan tempur RM 70 Grad diawaki oleh 4 personil yakni 1 komandan pucuk, (Dancuk), 1 Pembidik, 1 pembantu pembidik serta 1 pengemudi.

“RM 70 Grad ini, mengusung roda 8×8 berbasis tatra sehingga untuk kecepatan jelajah di jalan aspal karena kondisinya sudah lumayan lama mampu melaju 85 Km perjam, di jalan tanah 35 Km perjam serta di medan berat 25 Km perjam, sementara untuk daya radius tembaknya diciptakan sejauh 20,3 Km,” paparnya..

RM 70 Grad memiliki 40 laras roket berkaliber 122 mm, jika dalam 1 kali penembakan salvo penuh 40 roket secara berlanjut dapat menghancurkan sasaran seluas 3 ha m². Danmenart 3 Mar menambahkan dalam operasionalnya tabung peluncur ini dioperasikan dengan sistem kendali penembakan kapustnik b dan perangkat picu tembakan 9v-170, kedua sistem tersebut berada di kabin pengemudi dan untuk sistem penembakan dapat dilakukan dengan manual dan semi otomatis.

Terkait manfaat dan kegunaan dari RM 70 Grad, sambung Danmenart 3 Mar dalam sebuah operasi militer untuk merebut daerah yang di kuasai lawan, tembakan pertama memang diluncurkan oleh tank-tank amfibi yang baru saja mendarat di pantai, lalu berikutnya Resimen Artileri yang akan ambil bagian untuk melaksanakan penembakan bantuan guna membantu satuan kawan. “Sementara, kegunaannya adalah untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan RI ini tentunya dari segala ancaman dan gangguan dari luar,”tuturnya.

Danmernart 3 Mar mengimbau kepada masyarakat, agar dapat menerima kehadiran satuan Resimen Artileri 3 Marinir yang dijuluki sebagai laba-laba hitam tersebut sebab Mernart 3 Marinir juga berasal dari rakyat. Masyarakat juga diharapkan tidak merasa risau dengan kehadiran alutsista Mernart 3 Marinir berupa RM 70 Grad, karena alutsista tersebut dibeli dari uang rakyat, maka mari bersama-sama merawat alutsisita tersebut guna kepentingan menjaga NKRI. “Kami dibentuk disini, dilahirkan di sini dan hidup bersama masyarakat Sorong, sehingga saya berharap masyarakat bisa menerima kami. Tidak perlu risau, karena alut sista tersebut merupakan bagian dari pemenuhan alut sista untuk Pasmar 3, Mernart 3 Marinir,”pungkasnya. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed