oleh

Pelayanan Disdukcapil Sepi Pasca Penetapan DPT

KAIMANA – Beberapa pekan lalu terlihat antrian panjang masyarakat dengan tetap mematuhi protokol kesehatan terlihat memadati ruang pelayanan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (disdukcapil) Kaimana, dan loket-loket pelayanan Disducapil Kaimana. Namun pemandangan berbeda terlihat pada Kamis (12/11/20) di Kantor Disdukcapil Kaimana yang nampak sepi, tidak seperti hari-hari sebelumnya.

Kepala Dinas Disdukcapil Kaimana Wahab Pical, S.Sos ketika dikonfirmasi wartawan mengatakan, antusias warga Kaimana untuk mengurus administrasi kependudukan sangat tinggi menjelang Pilkada Kaimana. Namun menurut Wahab, setelah penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilkada Kaimana, pelayanan di kantor yang dipimpinnya kembali sepi.

“Sebelumnya, menjelang Pilkada antusias masyarakat meningkat dari hari biasa. Namun setelah penetapan DPT, kembali menurun lagi, mungkin karena sudah ditetapkan DPT, sehingga pelayanan mulai seperti biasa,” jelasnya ketika dikonfirmasi di ruang kerjannya, Kamis (12/11).

Per harinya sebelum penetapan DPT lanjut Wahab, pihaknya bisa melayani ratusan masyarakat yang akan membuat administarsi kependudukan, mulai dari KTP, KK, surat pindah domisili, akta kelahiran, akta kematian dan beberapa administrasi kependudukan lainnya. Namun sejak dua pekan terakhir menurutnya, hanya puluhan orang.

“Pelayanan sudah seperti biasa. Untuk saat ini perhari hanya 25 orang melakukan perekaman KTP, KK hanya 17 sampai 20 orang saja. Intinya kami tetap melayani, dan tetap harus menjaga protokol kesehatan,” terangnya.

Menurut mantan kadis pendidikan Kaimana ini, untuk menunjang pelayanan di disdukcapil Kaimana pihaknya telah meremajakan beberapa unit peralatan, mulai dari alat pencetakan KIA, pencetakan KTP el dan server. Peremajaan alat tersebut bersumber dari dana APBD Perubahan milik kantornya. Sehingga menurutnya peralatan tidak lagi dipersoalkan, namun yang menjadi kendala pihaknya soal keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dalam hal ini tenaga operator.

“Mengenai peralatan Alhamdulliah, dari dana APBD perubahan, kami sudah belanjakan peralatan yang baru. Persoalan yakni soal SDM, ketersediaan tenaga operator,” ujarnya.

Salah satu warga Kaimana Yusuf Souwakil, ketika dikonfirmasi saat melakukan perekaman KTP, mengatakan dirinya membuat KTP karena sejak awal belum memiliki KTP.

“Sa (saya) sudah urus dari bulan lalu, namun karena banyak orang sehingga sa kembali pulang ke rumah. Namun lebih enak saat ini, karena kantor sepi sehingga satu hari saja sudah bisa diambil KTPnya,” ujar Yusuf. (fat).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed