oleh

Pelantikan Ketua DPD Golkar PB Ditunda

SORONG-Menyikapi lonjakan drastis kasus positif Covid-19 selama beberapa pekan terakhir yang makin mengkhawatirkan, sehingga daerah-daerah memperketat PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Skala Mikro), Ketua Umum DPP Partai Golkar yang juga merupakan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) menginstruksikan kepada Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Papua Barat untuk menunda Pelantikan Pengurus DPD Partai Golkar Provinsi Papua Barat masa bakti 2020-2025 yang telah terjadwal sebelumnya pada tanggal 1 Juli 2021 di Manokwari, ditunda menjadi tanggal 21 Juli 2021.

Hal tersebut disampaikan Ketua DPD Partai Golkar Papua Barat, Drs.Ec.Lambert Jitmau,MM melakukan jumpa pers di Manokwari, Rabu (30/6).

PMB OPBJJ-UT Sorong

“Apa yang kami alami semua yang ada di Papua Barat, sebagai simpatisan Golkar, sebagai kader Golkar tentunya kecewa. Lewat kesempatan yang baik ini, saya sebagai ketua DPD Provinsi Papua Barat mengimbau kepada semua kepada semua jangan kecewa. Tapi ini sesuatu di luar dugaan kita. Musibah tidak pernah menjanjikan bahwa kapan dia datang. Musibah itu bisa terjadi kapan saja. Di mana saja, pasti terjadi. Utamanya penyebaran virus Corona ini sudah dari 2 tahun yang lalu. Tetap menjadi suatu permasalahan dunia, yang terjadi di belahan dunia, terlebih yang ada di Indonesia ini dari Sabang sampai Merauke tidak terkecuali,” katanya.

Lambert mengatakan bahwa 2 bulan terakhir bahkan satu bulan terakhir kita telah ikuti, di semua media massa. Di Jakarta utamanya di pulau Jawa, kelihatan penyebaran virus itu semakin meningkat di situlah membuat Ketua Umum kita. Ketua umum DPP Partai Golkar, di sisi lain beliau dipercayakan Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. 

“Disitulah penundaan yang dilakukan. Bukan karena ada kepentingan interest apapun itu tidak. Tapi itu murni karena karena penyebaran virus Corona. Akhirnya beliau pertimbangkan dari sisi risiko yang terjadi. Bila pelaksanaan dilakukan akan terjadi penyebaran virus Corona kepada setiap peserta yang hadir pada saat pelantikan tersebut,” ujarnya.

Dijelaskannya bahwa Penundaan ini bukan kegagalan tapi keberhasilan yang pasti akan dilaksanakan sesuai dengan surat penundaan yang ditandatangani oleh petinggi Golkar. “Disampaikan kepada saya sebagai ketua terpilih dan pengurus DPD Partai Golkar Papua Barat, bahwa pelantikan yang seyogyanya pada 1 Juli tetapi karena pertimbanganmbangan seperti yang saya jelaskan tadi bahwa penundaan pelantikan akan dilaksanakan pada tanggal 21 Juli 2021,” katanya.

Disinggung soal apakah karena surat ijin kegiatan dari Satgas Covid-19 Provinsi Papua Barat. Lambert mengatakan bahwa Tim Satgas provinsi sudah berikan surat ijin kepada kami tapi kenyataan lain. Terima kasih dan terima kasih, karena pasti Kami akan mintakan surat izin yang baru lagi. “Saya mohon dengan sangat kepada ketua tim Satgas bila surat kami sampai atau surat panitia sampai maka beliau bisa mengeluarkan surat izin jangan terlambat seperti yang sudah pernah terjadi. Kalau bisa lebih cepat, lebih baik,” ujarnya.

Dikatakan Lambert, persiapan panitia sudah 100%, termasuk pelantikan.

“Kami datang ini siap dilantik, berarti kader Golkar sudah siap. Apalagi yang berkaitan dengan pelantikan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa ia bisa dilantik di pantai atau di gunung, di mana saja pun sah menurut hukum. “Tapi saya tetap berpegang teguh dan menghargai bahwa Partai Golkar yang melantik ini adalah DPD tingkat 1 Provinsi Papua Barat yang seharusnya dilantik di ibukota provinsi.  Tapi kalau dengan situasi yang lain, maka akan dipertimbangkan. Saya juga punya juga kewenangan, terlepas dari Ketua DPD Partai Golkar, saya kepala daerah jadi bisa di Kota Sorong dan Kabupaten Sorong juga bisa,” katanya.(zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed