oleh

Pelantikan Bupati-Wabup Terpilih Dilaksanakan Serentak

MANOKWARI – Pemerintah memutuskan menunda pelantikan bupati-wakil bupati terpilih di Papua Barat hasil Pilkada serentak 2020. Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi Papua Barat, Agustinus Rumbino,SIP,MSi mengatakan, penundaan ini  sebagai tindaklanjut dari Surat Mendagri. “Baru diterima Surat Mendagri bahwa pelantikan dilaksanakan serentak dalam dua tahapan,” tutur Agustinus Rumbino usai menghadiri serahterima jabatan Bupati Pegunungan Arfak dari Yosias Saroi kepada Plh Bupati Ever Dowansiba (Sekda), di Swiss-belhotel Manokwari, Rabu (17/2).

Sebelumnya, Gubernur Papua Barat, Drs. Dominggus Mandacan menuturkan, dirinya akan melantik Bupati-Wabup Pegaf pada, Kamis, 18 Februari.  Ada 5 pasangan bupati-wakil bupati di Provinsi Papua Barat  yang purna tugas atau mengakhiri masa jabatan, 17 Februari, kemarin. Yakni, Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak, Teluk Wondama dan Raja Ampat. Dengan berakhirnya masa jabatan tersebut, gubernur menunjuk Sekda di kabupaten masing-masing sebagai Plh Bupati sambil menunggu pelantikan bupati-wakil bupati terpilih hasil Pilkada serentak 2020. Hasil akhir Pilkada di sejumlah kabupaten masih menunggu Putusan Mahkamah Konstitusi.

Rumbino mengatakan, SK pengangkatan bupati-wakil bupati Manokwari, Manokwari Selatan, Teluk Wondama dan Raja Ampat akan diproses atau diusulkan pada tahap pertama, sedangkan pengusulan SK bupati-wakil bupati Pegaf sudah disampaikan ke Kemendagri. Agus Rumbino belum bisa memastikan kapan pelantikan tahap pertama dilaksanakan. Yang pasti, lanjut  dia, pelantikan dilakukan setelah ada SK pengangkatan.  Serta menunggu surat edaran  dan petunjuk teknis dari Kemendagri. “Yang SK-nya sedang diproses itu bupati-wakil bupati terpilih Pegunungan Arfak. Rencana pelantikan kita menunggu petunjuk teknis dari kementerian,” ujarnya.

Sedangkan pelantikan tahap kedua lanjut Rumbino, mempertimbangkan masa jabatan periode 2016-2021, seperti Kaimana, Fakfak, Sorong Selatan, serta Bintuni masa jabatan bupati-wakil bupati akan berakhir  Juni. “Empat kabupaten itu kemungkinan pelantikan bupati-wakil bupati masuk dalam tahap kedua,” tuturnya.

Sementara itu, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memastikan pelantikan Kepala Daerah hasil pilkada 2020 dilakukan secara serentak dan bertahap. “Kami ingin mengatakan, UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada,  mengutamakan semangat keserentakan. Kami memastikan pelantikan nanti kita laksanakan secara serentak dan bertahap,” kata  Dirjen Otda Kemendagri, Akmal Malik dalam konferensi pers di Kantor Kemendagri, Rabu (17/2).

Untuk keserentakan tahap awal, akan dilakukan pelantikan pada 26 Februari 2021 bagi 122 daerah peserta Pilkada Tahun 2020 yang tidak menghadapi sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK), ditambah dengan daerah yang pengajuan sengketanya ditolak oleh MK. “Mengingat rentang atau disparitas masa jabatan antara satu daerah dengan daerah lain cukup  tinggi, maka nanti akan kita lantik di akhir Februari. Insya Allah, rencana awal adalah tanggal 26 Februari, kemudian setelahnya kita akan lantik lagi. Nanti yang akan dilantik pada Februari ini adalah 122 kepala daerah yang tidak ada sengketa,” jelasnya.

Sementara pada tahap kedua, pelantikan kepala daerah hasil pilkada 2020 akan dilakukan pasca putusan sengketa dari Mahkamah Konstitusi (MK) ditambah dengan daerah yang masa jabatan kepala daerahnya berakhir pada Maret dan April 2021. “Untuk mereka yang sengketanya berlanjut di MK, yang nanti akan diputuskan pada tanggal 24 Maret, ditambah mereka sebanyak 13 daerah yang habis di bulan Maret, ditambah dengan 17 daerah yang habis di bulan April, akan dilantik di akhir April,” beber Akmal.

Sementara itu daerah yang masa jabatan kepala daerahnya berakhir pada bulan Mei dan Juni 2021, akan dilantik pada tahap berikutnya. “Kemudian untuk yang bulan Mei ada 11 daerah dan Juni ada 17 daerah, itu akan dilantik nanti di akhir Juni, atau ada pilihannya Juni atau 1 Juli,” terangnya. (lm/al)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed