oleh

Pelaku Penembakan di Maybrat masih Misterius

Bupati Maybrat : Jangan Spekulasi Berlebihan

SORONG – Pelaku penembakan terhadap rombongan Kapolres Persiapan Maybrat Kompol Bernadus Okoka,SE pada Senin (10/5) lalu usai melaksanakan kegiatan pembagian sembako di Kampung Aisa di Distrik Aifat Timur, hingga kini masih misterius.

Kapolda Papua Barat Irjen Pol Tornagogo Sihombing belum bisa memastikan, apakah pelaku melakukan penembakan adalah kelompok kriminal bersenjata (KKB) atau tidak. Polisi sudah melakukan penyelidikan, tetapi proyektil peluru belum ditemukan di lokasi penembakan. “Belum bisa saya pastikan seperti itu (KKB atau bukan). Proyektil belum ditemukan,” ujar Kapolda ­kepada wartawan di sela-sela pemantauan penga­manan Idul Fitri.

Kapolda menegaskan, rombongan Kapolres Persiapan Maybrat ditembaki OTK usai melaksanakan kegiatan pembagian sembako di Kampung Aisa di Distrik Aifat Timur. “Saat dalam perjalanan pulang mereka ditembaki 3 kali,” ujar Kapolda. Polda Papua Barat tak terpancing dengan aksi penembakan ini.  Pelaku penembakan belum bisa diprediksi, demikian pula dengan motifnya. “Untuk saat ini pelakunya orang tak dikenal ya,” tutur Tornagogo.

Wilayah di sekitar lokasi kejadian menurut Kapolda, telah menjadi perhatian aparat keamanan. Di kawasan tersebut ditempatkan personel Brimob dan aparat TNI.  Kejadian ini tak mempengaruhi aktivitas pemerintahan maupun kemasyarakatan.

Sementara itu, terkait insiden penembakan terhadap rombongan Kapolres Persiapan Maybrat, Bupati Kabupaten Maybrat Dr.Drs Bernard Sagrim,MM berharap semua pihak tetap tenang dan tidak boleh berspekulasi berlebihan. “Bapa harap supaya masyarakat kita jangan berspekulasi berlebihan terkait insiden tersebut. Kita berikan ruang kepada aparat kepolisian agar secepatnya mengungkap motif insiden ini,” kata Bernard Sagrim sembari menegaskan bahwa kejadian seperti ini baru kali ini terjadi di wilayah pemerintahannya.

Sebagai orang nomor satu di Maybrat, Bupati Maybrat mengaku kaget mendengar insiden tersebut dari aparatat keamanan. Sedangkan dari pihak masyarakat sekitar lolasi kejadian, Bupati Maybrat mengaku belum menerima laporan. “Dari aparat katanya ada tembakan beruntun sebanyak tiga kali mengenai mobil Kapolres, tapi dari masyarakat sendiri belum memberikan informasi. Kita berharap secepatnya polisi mengungkap insiden ini supaya tidak menimbulkan keresahan di masyarakat,” ucapnya.

Ditegaskannya, siapapun yang oknum yang melancarkan aksi tersebut, tidak dibenarkan dan harus segera diusut tuntas. Kepada masyarakat, Sagrim mengharapkan agar tetap tenang melakukan aktifitas sebagaimana biasanya, menjaga keamanan diri dan keluarganya. Sagrim juga tidak mau berkomentar lebih jauh apakah insiden yang terjadi tersebut ada kaitannya dengan rentetan insiden yang terjadi di wilayah pegunungan atau tidak. 

Terpisah, keterangan yang dihimpun dari beberapa sumber masyarakat yang ada di Maybrat  bahwa insiden ini sempat membuat panik warga masyarkat sehingga ada yang sempat melarikan diri ke hutan karena takut adanya penyisiran aparat, namun akhirnya ketakutan itu berangsur-angsur reda dan normal kembali. “Awal-awal memang masyarakat takut sampai ada yang lari ke hutan, tapi sekarang ini sudah tidak ada,” kata salah satu ibu rumah tangga, Mersy W kepada Radar Sorong melalui sambungan telepon seluler, Jumat (15/5) lalu. 

Direktur Eksekutif LP3BH, Yan Christian Warinussy,SH mengatakan pihaknya telah menerima informasi dari kontak person di Kabupaten Maybrat mengenai dugaan penembakan terhadap rombongan Kapolres Persiapan Maybrat. Warinussy membeberkan informasi yang diperolehnya, bahwa masyarakat di Distrik Aifat Timur sangat resah dengan informasi soal penembakan tersebut. Karena sepengetahuan masyarakat, wilayah adatnya aman selama ini.

Warinussy mengingatkan Kapolda Papua Barat untuk mempertimbangkan langkah operasi penegakan hukum yang tidak menyasar rakyat yang sipil di wilayah Distrik Aifat Timur. Warimussy menyampaikan ini dengan pertimbangan, kasus dugaan pembunuhan terhadap anggota Brimob Mesak Viktor Pulung di base camp PT.Wana Galang Utama (WGU) di Barma Kabupaten Teluk Bintuni tahun 2020 lalu belum selesai. Kemudian terjadi  dugaan tindak pidana penganiayaan terhadap Yewen di Fef, Kabupaten Tambrauw oleh 3 oknum aparat, serta desakan pembangunan pos militer di Tambrauw, penangkapan mantan Ketua Komite Nasional Papua Barat (KNPB) Maybrat Adam Sorry tahun 2020 yang lalu. “Kesemuanya menjadi akumulasi persoalan yang belum diurai dan dibahas langkah penyelesaiannya secara damai. Lalu tiba-tiba muncul berita bahwa Kapolres Persiapan Maybrat diberondong tembakan sebanyak 3 kali oleh Orang Tak Dikenal? Ini sungguh aneh dan perlu dikaji kebenarannya secara hukum,” katanya.

Warinussy mengusulkan kepada Kapolda Papua Barat agar memerintahkan Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabid Propam) Polda PB memintai keterangan dari Kapolres Persiapan Maybrat dan para anggotanya yang bersama-sama ke dan pulang dari Distrik Aifat Timur, Kabupaten Maybrat. Investigasi juga dapat dilakukan oleh Komnas HAM melalui Kantor Persiapan Perwakilan Komnas HAM di Manokwari. “Kasus dugaan penembakan terhadap Kapolres Persiapan Maybrat ini merupakan suatu berita menarik yang semestinya diinvestigasi secara jujur dan berkeadilan, guna memperoleh fakta-fajta hukum yang dapat segera ditindaklanjuti sesuai amanat UU No.8 Tahun 1981 Tentang Kitab Undang Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP),” tandas Warinussy. (lm/ris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed