oleh

Pelaku Pelecehan Shalat Diamankan

SORONG – Dua remaja putri berinisial TS dan FN yang videonya diduga melecehkan gerakan shalat viral di media sosial, diamankan tim Opsnal Reskrim Polres Sorong Kota, Selasa (10/12). Kerja keras dan gerak cepat tim Opsnal Reskrim mengamankan TS dan FN, merupakan upaya yang dilakukan untuk meredam amarah warga muslim yang ada di Kota Sorong, menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Selain TS dan FN, salah seorang rekannya berinisial AC yang merekam video tersebut,  serta seorang saksi, juga turut diamankan. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya tersebut, TS dan FN menjalani pemeriksaan di Unit IV Tipidter Satreskrim Polres Sorong Kota.

Kapolres Sorong Kota AKBP Mario C. Siregar,S.IK,MH yang dikonfirmasi koran ini membenarkan penangkapan 3 tersangka tersebut yang berinisal AC yang merupakan perekam dan penyebar video perbuatan yang  tidak pantas tersebut, sedangkan FN dan YN adalah kedua gadis yang melakukan gerakan yang kurang pantas yang videonya viral tersebut. “Saat ini kami masih mendalami kasus tersebut, namun terkait bagaimana teknis pemeriksaannya kami tidak bisa memberitahukan dulu,” jelas Kapolres Sorong Kota kepada Radar Sorong melalui sambungan telepon seluler, Selasa (10/12).

Dikatakan, ketiga pelaku dikenakan pasal 45 A ayat 2 jo pasal 28 ayat 2 UU RI nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik atau pasal 156A KHUP. ”Kalau mereka terbukti sengaja menviralkan maka setiap orang pasti mempertanggung jawabkan perbuatannya,” tegasnya.

Berkaca dari kasus ini, Kapolres Sorong Kota menghimbau orang tua dan tokoh-tokoh agama untuk lebih jelih melihat para generasi milenial ini. ”Berfikir dulu sebelum  mengirim atau membagikan video atau  apapun itu di media sosial. Permasalahan ini sudah ditangani oleh Polres Sorong kota sehingga pada bulan pancangan Natal ini jangan ada atau tidak ada hal-hal seperti ini,” kata Mario Siregar sembari mengajak seluruh masyarakat Kota Sorong menjaga keamanan dan ketertiban di Kota Sorong ini.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Sorong Kota AKP Syarifur Rahman,S.IK mengatakan, kedua perempuan yang ada di dalam video, serta yang merekam, ditangkap di tempat yang berbeda. “Tersangka FN dan AC kami tangkap di tempat yang sama di daerah belakang Mega Mall, di rumah si AC. Sedangkan tersangka TS kami tangkap di tempat berbeda, di Jalan Kanal Victory,” ungkapnya. “Sampai sekarang ini, mereka masih kami amankan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Terkait motif apa saja yang menjadi alasan dari perbuatan mereka,” sambungnya.

Menurut informasi yang diterima koran ini, kedua tersangka TS dan FN merupakan remaja yang masih di bawah umur dan diketahui sudah tidak bersekolah. Sementara rekannya, AC yang merekam video tersebut, berstatus siswi di salah satu  sekolah menengah atas di Kota Sorong ini. Pantauan koran ini, orang tua dari ketiga remaja putri ini ikut mendampingi putrinya di Polres Sorong Kota. 

Sebelumnya, Majelis Ulama Islam (MUI) Kota Sorong melakukan musyawarah terkait kejadian ini. Ketua MUI Sorong, H. Abdul Mannan Fakaubun sangat menyayangkan kejadian ini, dan menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk ditindak. “Kita MUI sangat menyesalkan hal ini. Sangat sedih sekali melihat penistaan agama seperti ini, apalagi dilakukan oleh anak-anak perempuan. Oleh karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat tidak boleh lagi melakukan hal seperti ini. Selanjutnya, kasus ini kami serahkan kepada aparat penegak hukum untuk mendalami sesuai dengan hukum yang berlaku,” pungkasnya. (juh/cr50)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed