oleh

Pekerja Formal Bakal Terima Subsidi Upah

-Ekonomi-136 views

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan atau yang familiar disebut BP Jamsostek dipercayakan oleh pemerintah pusat untuk menyalurkan Bantuan Pemerintah Subsidi Gaji/Upah (BPSU). Subsidi upah tersebut menjadi hak yang akan diterima oleh para pekerja formal dengan besar gaji/upah dibawah Rp 5.000.000. BPSU yang akan diberikan selama 3 bulan terhitung sejak April, Mei dan Juni dengan besaran subsidi yang diterima adalah senilai Rp 600.000 per bulannya.
Saat ini ini ada sebanyak 43.698 (70%) pekerja formal di Papua Barat yang telah menerima subsidi tersebut. Ini artinya masih ada 30% pekerja formal yang terdaftar sebagai peserta BP Jamsostek yang belum tervalidasi datanya. Untuk bisa menyelesaikan sisa target 30% tersebut, BP Jamsostek Kantor Cabang Papua Barat telah mengupayakan untuk mengumumkannya melalui berbagai media. Kendati demikian, namun ada beberapa alasan yang menjadi kendala dalam pencapaian tersebut.
Kepala BP Jamsostek Cabanga Papua Barat, Mintje Wattu mengatakan bahwa lokasi yang jauh dan akses yang sulit adalah salah satu kendala yang dialaminya untuk mendorong program tersebut.
“Kami terkendala jarak dan lokasi sehingga belum maksimal. Selain itu, akses internet yang minim juga jadi alasannya,” kata dia.
Kepada perusahaan, juga telah diinformasikan melalui masing-masing HRD dan diminta membantu mengumpulkan data para pekerja sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan oleh BP Jamsostek. “Di grup perusahaan sudah kami infokan, kami kejar terus HRD-nya sehingga data pekerja bisa diajukan secara kolektif melalui perusahaan,” jelasnya.
Untuk pekerja yang sudah ter-PHK tetapi kartu peserta BP Jamsostek masih aktif maka mereka juga akan mendapatkan hak tersebut. Yang bersangkutan tinggal mengantarkan nomor rekeningnya kepada HRD lamanya. Atau dengan opsi ke-2, mereka yang sudah ter-PHK akan diberikan link untuk bisa mengakses laman tersebut. Bagi mereka yang sudah mengambil klaim JHT juga akan diberi link dan akan dihubungi langsung oleh kantor pusat.
Peserta BP Jamsostek yang tinggalnya jauh, seperti pegawai pemerintahan non ASN yang bekerja untuk pemberdayaan masyarakat kampung yang rata-rata tidak memiliki rekening juga akan dibantu untuk mencairkan subsidi tersebut. Mereka akan dikumpulkan dalam satu wadah kemudian dibukakan rekening melalui himpunan perbankan nusantara yang selanjutnya akan dikirimkan ke BP Jamsostek.
Setelah semuanya terkumpul, data akan dikirimkan secara kolektif ke kantor pusat. Proses klaim subsidi ini tidaklah sulit dan dipungut biaya sepeserpun.
“Kalau oknum yang ingin menguruskan, lalu meminta biaya untuk administrasi jangan dipercaya. Kami siap membantu tanpa memungut biaya sepeserpun karena kami dipercayakan oleh pemerintah dan kami juga diaudit. Jangan ada yang main-main dengan dana subsidi ini,” kecam Mintje.
Melalui virtual zoom saat peluncuran Bantuan Subsidi Penerima Gaji/Upah antara BP Jamsostek Cabang Papua Barat dengan Presiden RI, Joko Widodo, program ini dimaksudkan karena berkaitan dengan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Presiden juga berpesan agar dana subsidi tidak hanya disimpan tetapi digunakan untuk berbelanja produk lokal demi pemenuhan kebutuhan. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed