oleh

Pekan Sagu Nusantara, Forkopimda Ramai-Ramai Makan Papeda

Wagub Usulkan Makanan Berbahan Sagu Jadi Menu Acara Formal

MANOKWARI-Pemerintah Provinsi Papua Barat melaksanakan kegiatan Pekan Sagu Nusantara 2020. Pada kesempatan ini, Forkopimda di antaranya, Wakil Gubernur Papua Barat Muhamad Lakotani, Pangdam XVIII/Kasuari Mayjen TNI I Nyoman Cantiasa, Kapolda Irjen Pol Dr. Tornagogo Sihombing, Kabinda Brigjen TNI Hardani Lukitanta, pimpinan MRP PB menikmati menu makanan olahan berbahan sagu.

Panitia menyajikan menu papeda dan ikan kuah kuning, kuah bening. Tak ketinggalan, minuman penutup cendol terbuat dari bahan sagu. Juga berbagia jenis kue berbahan sagu dan bakso.

Wagub mengatakan, Pekan Sagu Nusantara 2020 bertema ‘’Sagu Pangan Sehat Untuk Indonesia’’ akan menjadi momentum awal untuk merangkai kerjasama yang erat antara berbagai stakeholder pengelola sagu, baik pemerintah, maupun swasta serta komunitas masyarakat sagu. ‘’Sehingga kerjasama yang produktif akan lahir dan memberikan dampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat pengelola sagu,’’ ujarnya.

Melalui Pekan Sagu Nusantara 2020 ini, Wagub berharap dapat melahirkan bentuk kerjasama pengelolaan sagu antara investor dengan industry rumah tangga. ‘’Pengelolaan sagu ini tidak terlepas dari pengelolaan berwawasan lingkungan. Hal ini tentu sejalan dengan kebijakan pembangunan berkelanjutan di provinsi ini,’’ tutur Lakotani.

Papua Barat juga memiliki lebih dari 100 jenis hasil olahan makanan dan minuman berbahan pati sagu maupun tepung sagu, seperti bakso sagu, mie sagu, hingga berbagai kue basah dan kering yang terbuat dari tepung sagu,’’ ujarnya.

Wagub bersama Pangdam, Kapolda dan Kabinda menyempatkan diri meninjau pameran pangan lokal berbahan sagu. Ada kue dari sagu telah dikemas. ‘’Kita perlu mempromosikan ini secara massif sehingga bernilai tambah dan berkontribusi bagi perekonomian masyarakat,’’ ucap Wagub.

Sagu juga dapat dijadikan sebagai sumber pangan alternative non beras yang sehat. Sagu memiliki kalori tinggi dan menambah kekebalan tumbuh manusia terhadap penyakit tertentu.

Wagub menghimbau pemerintah daerah dan masyarakat agar sagu dan olahan sagu dapat disajikan sebagai makanan sehat dan utama pada acara-acara formal di pemerintahan.

Apalagi di saat pandemi virus corona (Covid-19) makanan berbahan sagu yang dapat meningkatkan imun tubuh. Khasiat sagu mengobati penderita penyakit malaria sudah terbukti diterapkan warga di kampung.

‘’Corona ini penyakit baru, sagu sebagai salah satu obat mujarab penyakit malaria, dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Dulu kalau di kampung kita sakit malaria disuruh makan sagu,’’ ujarnya.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papua Barat, Lasarus Ullo melaporkan, Pekan Sagu Nusantara 2020 dipusatkan di Jakarta. Bertujuan melestarikan sagu sebagai bahan makanan bergizi bernilai budaya. ‘’Meningkatkan potensi sagu karena merupakan komoditi bernilai ekonomi tinggi dan bergizi,’’ ucapnya.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed