oleh

Pedagang Pasar Mbilim Kayam akan Dipindahkan

-Metro-167 views


WAISAI- Pemerintah Kabupaten Raja Ampat (R4) melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) mengadakan sosialisasi terkait rencana relokasi pedagang dari Pasar Mbilim Kayam ke Pasar Snon Bukor, kegiatan yang diikuti pedagang pasar di Waisai, Ibu Kota Kabupaten Raja Ampat yang berlansung di Gedung Pari, Convention Centre baru-baru ini.
Sosialisasi tersebut dipimpin Wakil Bupati Raja Ampat, Orideko Iriano Burdam, S,IP,.MM,.M.Ec,.Dev didampingi, Sekda Raja Ampat Dr.Yusuf Salim, M.Si., Kepala Disperindag, Hj. Djalali, turut dihadiri sejumlah Forkopimda Raja Ampat, dan pimpinan OPD Pemkab Raja Ampat, serta seluruh pedagang pasar Mbilim Kayam Waisai.Wabub R4, Orideko Iriano Burdam menyampaikan, tujuan sosialisasi atau bertatap muka bersama pedagang pasar ini terkait dengan rencana pemerintah untuk merelokasi seluruh pedagang ke lokasi pasar baru yang telah disiapkan Pemda kepada mereka (pedangang.red) untuk berdagang di situ.
“Karena, pasar yang telah disiapkan ini dianggap (Pemda Raja Ampat.red) sangat layak untuk ditempati para pedagang. Sendangkan, pasar yang ditempati saat ini dinilai tidak layak sama sekali,”kata Wabub kepada sejumlah wartawan di gedung Pari.
Menyangkut fasilitas sarana dan prasarana pasar Snon Bukor yang disiapkan, menurutnya, sudah cukup dan sangat layak untuk ditempati para pedagang. Apabila ada yang kurang pihaknya nanti akan kembali benahi lagi kekurangan-kekurangan itu yang menyangkut fasilitas di pasar. Termasuk mempersiapkan sarana transportasi pendukung guna mobilasi warga saat hendak ke pasar.
“Setelah relokasi berhasil nantinya, dalam kurun waktu tiga bulan kami akan mengratiskan biaya angkutan umum bagi warga yang hendak mengunjungi pasar Snon Bukor. Tetapi khusus ke pasar saja, jika di luar dari pasar ya harus bayar. Termasuk mengratiskan semua los, dan lapak yang ditempati pedagang di pasar Snon Bukor selama tiga bulan yang sama,”bebernya
Disinggung, terkait langkah-langkah dan upaya pemerintah daerah sebelum rencana persiapan relokasi semua pedagang dari pasar Mbilim Kayam ke Pasar Snon Bukor. Mengenai hal itu, Wabup mengakui, pihaknya telah menyampaikan berulang kali kepada semua pedagang termasuk sosialisasi. Dimana, pasar yang baru telah siap untuk ditempati, termasuk persiapan membantu memobilasi para pedagang dari pasar yang lama ke pasar yang baru.
“Semua persiapan rencana relokasi hingga mobilasi pedagang ke pasar Snon Bukor tidak ada kendala. Hanya, saja menunggu realisasi atau tindakan nyata pemindahannya saja. Jadwal rencana relokasinya dipastikan setelah lebaran nanti. Jika sudah dipindahkan, maka kawasan pantai WTC dan sekitarnya bisa kita tata dengan baik dan rapi,”tambahnya
Relokasi pedagang pasar perlu untuk dilakukan saat ini sambung Wabup, dikarenakan Raja Ampat telah ditetapkan masuk dalam 10 daerah destinasi. Namun, Raja Ampat telah mengalami ketertinggalan dua langkah di Tahun 2020-2021. Sedangkan, program Presiden RI Joko Widodo sampai dengan Tahun 2024 yang akan datang. “Jika, Tahun 2021 ditata dengan cepat. Maka kita baru mulai start nantinya di Tahun 2022. Kita sudah terlambat. Sehingga, mari saya mengajak, semua pihak untuk menata Kota Waisai, Raja Ampat sebagai Ibu Kota Pariwisata. Termasuk, spot-spot waisata yang ada dibeberapa kepulauan Raja Ampat. Karena itu, mari dukung pemerintah untuk membenahinya dari sekarang,”ajaknya.
Dalam sosialisasi tersebut terlihat seluruh pedagang pasar menerimanya, kapan waktu mereka harus dipindahkan. Namun, diberikan kelonggaran waktu yang cukup. Terutama, meminta kepada pemerintah ketika waktunya untuk merelokasi pedagang dari pasar Mbilim Kayam ke Pasar Snon Bukor diharapkan tidak tebang pilih dalam merelokasi semua pedagang. Sehingga, tak ada lagi sebagian pedagang di areal pasar Mbilim Kayam. Jika, masih ada pedagang, maka dikhawatirkan warga secara otomatis akan lebih memilih yang terdekat. (hjw)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed