oleh

Patuhi Jam Malam, Ramayana Tutup Lebih Awal

-Ekonomi-211 views

SORONG – Menyusul dikeluarkannya surat edaran Walikota Sorong, Drs. Ec Lambert Jitmau, MM terkait pemberlakuan jam malam, salah satu pusat perbelanjaan retail modern Ramayana Mall Sorong mengubah jam operasionalnya. Hal ini diungkapkan Manager Store Ramayana Mall Sorong, Wagio, Jumat (8/5).

 Dikonfirmasi Radar Sorong, Wagio mengatakan, Ramayana tidak lagi memangkas jam operasionalnya melainkan hanya mengubah. “Jam operasional tidak dipangkas, hanya diubah saja. Karena dari awal Ramayana kan sudah menetapkan sistem kerja satu shift saja untuk karyawan,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ramayana Mall Sorong menerapkan sistem satu shift dari jam 12.00 WIT hingga pukul 20.00 WIT. Namun sejak dikeluarkannya surat edaran pemberlakuan jam malam, yang mewajibkan aktiftas di Kota Sorong dari jam 08.00 WIT dan tutup jam 19.00 WIT, Ramayana Mall Sorong buka dan tutup  menjadi dua jam lebih awal dari sebelumnya. “Sekarang kita tetap satu shift, delapan jam kerja, tapi jadi lebih cepat buka dan tutunya. Kita buka jam 10.00 WIT dan tutupnya sore. Jadi sebelum buka puasa  jam 18.00 WIT kita closed,” bebernya.

  Diakui Wagio, surat fisik edaran Walikota sudah diterimanya secara langsung pada Kamis (7/5) sore kemarin. Namun Ramayana sendiri telah merubah jam operasionalnya sejak surat edaran dikeluarkan, bahkan sebelum menerima surat fisik dari Pol PP.

 “Suratnya baru diterima kemarin, kebetulan pas saya di depan, saya sendiri yang menerimanya. Tapi aturan jam malam kita sudah laksanakan sebelum menerima surat. Pokonya pas surat edaran dikeluarkan, kami langsung terapkan,” jelasnya.

 Dijelaskannya, dalam surat edaran ke-4 dari orang nomor satu Kota Sorong tersebut, tidak diberikan kejelasan terkait nasib departement store yang sampai sat ini masih digantung. Pihaknya menjadi bingung apakah departemen store sudah diizinkan beroperasi atau belum.

 “Tidak tau dept store ini sudah boleh buka apa belum. Karena di dalam surat tidak ada kejelasan tentang itu. Jadi ya kita juga bingung bagaimana,” sambungnya.  Akibat ketidakjelasan tersebut, tambahnya, stok baru untuk pakaian persediaan Hari Raya Idul Fitri semua masih tertahan, belum dikeluarkan. “Semua pakaian persiapan lebaran sudah ada. Tapi kami belum bongkar karena takut kotor. Kami masih menunggu sampai nanti mendapatkan kejelasan dulu,” imbuhnya.  Sementara itu, Wagio berharap agar pemerintah dapat segera mengizinkan departement store di pusat perbelanjaan untuk dapat beroperasi lagi. “Saya harap semoga segera ada kejelasan dan dept store sudah boleh buka lagi. Karena stok kami sudah datang semua, tapi tertahan karena dept store belum jelas nasibnya. Tidak masalah kalau kami harus menerapkan pembatasan jam malam, yang penting kita boleh jual barang-barang di dept store saja,” pungkasnya. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed