oleh

Patrich Wanggay  jadi Korban Rasisme

Persipura : Harus Ada Sanksi Tegas 

JAYAPURA – Patrich Wanggay, pemain PSM Makassar asal Papua diserang di akun media sosial pribadinya @wanggaypatrich, setelah dalam pertandingan melawan Persija­ Jakarta ia mencetak gol dan memastikan Tim Ayam Jantan dari Timur ~julukan PSM~ menang 2-0 atas Persija Jakarta di ­Laga Grup B Piala Menpora 2021.

Pemain 32 tahun itu diserang di akun media sosial pribadinya. Dalam kolom komentar pengguna memposting kata-kata yang berbau rasis. Ulah oknum tak bertanggungjawab yang diduga supporter itu dikecam Persipura Jayapura yang pernah dibela Patrich Wanggay, mendesak pihak-pihak terkait untuk mengusut tuntas dan memberikan sanksi tegas kepada para pelakunya.

Manager Persipura Ridwan Madubun  menegaskan, pelecehan rasis merupakan perbuatan yang tidak senonoh dan  sangat tidak manusiawi. ”Indonesia sangat dihargai oleh negara lain di Asia, tapi kemudian ada saudaranya sendiri yang berbuat perbuatan yang menurut kami itu biadab, tidak senonoh,” kata Ridwan Madubun, Jumat (26/3).

Bento ~sapaan akrabnya~ mengatakan, rasisme hingga saat ini masih terjadi bahkan di dunia sepakbola seperti yang dialami Patrich Wanggay baru-baru ini. ”Kita menunggu orang-orang atau pihak-pihak yang berkaitan dengan hal ini, harus punya tindakan,” tukas Bento.

Mantan Jurnalis ini menilai jika kasus rasis  dibiarkan maka bisa diberi kesimpulan bahwa ada sebagian orang yang beranggapan bahwa di negara ini ada warga yang di pinggirkan. “Ini kan tidak boleh, ini menyakitkan. Coba membayangkan kalau mereka berada dalam posisi kita kemudian mengalami hal seperti ini, kan sakit sekali,” tandasnya.

Bento mengaku sudah sejak lama mengingkatkan federasi sepakbola PSSI terkait rasisme di sepakbola tanah air harus ada langkah tegas, sebab percuma saja ajakan melawan rasisme tapi ketika terjadi tidak ada sanksi yang diberikan. “Saya selalu ingatkan bahkan sejak dulu pada PSSI aturan soal pelecehan rasis harus jelas. Percuma setiap saat kita gaungkan perang terhadap rasisme, menolak rasis, stop rasis, tetapi ketika ada kejadian tidak ada tindakan, artinya anda membiarkan orang lain berbuat rasis ini kan sama saja bohong. Sulit menerima situasi seperti ini, semoga bangsa ini bisa terlepas dari masalah rasisme,” pungkas Bento. (al)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed