oleh

Paskibra Hanya 3 Orang, Upacara HUT RI ke-75 Terapkan Protokol Kesehatan

MANOKWARI-Pasukan Pengibar Bendara (Paskibra) upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-75 tahun 2020 di tingkat Provinsi Papua Barat berbeda dengan sebelumnya. Tak ada formasi 17 (pengiring atau pemandu), 8 (formasi inti) dan 45 (formasi pengawal, berbaris di belakang formasi 8). Kali ini petugas pengibar bendera hanya 3 orang.


Lokasi pelaksanaan upacara pun tak lagi digelar Lapangan Borasi, tetapi tahun ini di lapangan apel Kantor Gubernur Papua Barat. Perbedaan lainnya, jumlah peserta tak seperti tahun-tahun sebelumnya. Peringatan HUT Kemerdekaan dalam kondisi pandemi virus corona (Covid-19) membuat upara tak seperti biasanya.


Gubernur Papua Barat Drs. Dominggus Mandacan, Jumat (14/8/2020) mengukuhkan Paskibra. Dihadiri Wagub Mohammad Lakotani, SH, MSi, Kapolda PB Irjen Pol Dr. Tornagogo Sihombing, Wakil Ketua DPR PB Ranley Mansawan, pimpinan MRP PB, Wakajati Leonard Simanjuntak serta pejabat eselon II lainnya.


Paskibra yang dilantik atau dikukuhkan sebanyak 6 orang. Tiga orang akan bertugas pada upacara detik-detik Proklamasi, sedangkan 3 lainnya bertugas pada upacara penurunan bendara Merah Putih.


Adapun 6 orang Paskibra berasal dari SMA Negeri 1 Manokwari dan SMA Negeri 2 Manokwari. Mereka ini merupakan anggota Paskibra tahun 2019 lalu, yakni, Agus Piter Mandacan (SMAN 2 Manokwari), Elon Mundus Waney (SMAN 2 Manokwari), Muhamad Arjuna Wibowo (SMAN 2 Manokwari), Patrisia Harewan (SMAN 2 Manokwari), Venda Vira Rozalia (SMAN 1 Manokwari) dan Albrian Jeriel Bawues (SMAN 1 Manokwari).


Salah seorang Paskibra mewakili rekan-rekannya mencium bendera Merah Putih yang diletakkan di tengah yang diiringi lagu nasional ‘’Padamu Negeri). Selanjut Gubernur membacakan kata-kata pengukuhan.


Kepada wartawan usai pengukuhan Paskibra, Gubernur mengatakan, upacara peringatan tahun 2020 ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pandemi Covid-19 memaksa pemerintah mengatur demi pencegahan penyebaran virus berbahaya. ‘’Itulah kondisi yang kita hadapi saat ini dan itu harus kita lakukan,’’ ujar Gubernur.


Proses pengibaran bendara juga agak berbeda. Kalau sebelumnya, kepala daerah menyerahkan bendera, namun kali ini Paskibra sudah dipegang Paskibra sejak awal.

‘’Ada 6 Paskibra yang dikukuhkan, 3 orang tugas pagi dan 3 bertugas saat penurunan bendera. Peserta upacara juga terbatas, gubernur, Forkopimda dan pejabat-pejabat lain. Kita terapkan protokol kesehatan,’’ tutur Gubernur.
Setelah upacara akan langsung diadakan resepsi yang juga hanya dihadiri gubernur, wagub dan Forkopimda dan pejabat tertentu. Gubernur, wagub akan menggunakan pakaian adat saat resepsi. Selanjutnya, Gubernur akan menyerahkan remisi di Lapas Manokwari pukul 12.00 WIT. ‘’Tidak ada kegiatan lain,’’ ucapnya.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed