oleh

Pasar Remu ‘Memanas’

Imbas Kejadian  Penikaman yang Menewaskan Seorang Warga

SORONG – Kompleks Pasar Remu Kota Sorong, Senin (19/4) ‘tegang’, imbas kejadian penikaman yang mengakibatkan seorang warga berinisial MD (32) meninggal dunia. Informasi yang diperoleh, kejadian penikaman terjadi sekitar pukul 15.30 WIT di ­areal parkiran angkutan desa (Angdes) kompleks Pasar Sentral Remu. 

Keterangan yang dihimpun di tempat kejadian perkara, antara korban dan pelaku US  (37) saling mengenal satu sama lain.  Namun kemudian terjadi keributan yang berujung penikaman. Korban sempat dilarikan ke RS Herlina untuk mendapatkan penanganan medis, namun nyawanya tak tertolong lagi.

 Peristiwa ini sontak membuat kaget pengunjung dan pedagang di Pasar Sentral Remu. Usai menikam korban, pelaku  lari mengamankan diri di Koramil Sorong Timur yang berlokasi tak jauh dari tempat kejadian. Sementara mobil angkutan pedesaan milik pelaku yang terparkir di parkiran pasar, dibakar sekelompok massa.  

 Situasi pasar kian tegang memaksa pengelola Pasar Sentral Remu menutup pintu pagar pasar. Pengunjung maupun pedagang meninggalkan Pasar Remu dengan panik, beberapa pedagang handphone menyelamatkan barang dagangan mereka. Sore kemarin, masyarakat berkerumun di sekitar Pasar Remu, khususnya di sekitar RS Herlina. 

 Jalan masuk ke Pasar Remu ditutup.  Aparat kepolisian yang dipimpin langsung Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto Setiawan,S.IK,MH bersiaga mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Selanjutnya tadi malam  jenazah korban dibawa menuju ke Mapolres Sorong Kota dengan berjalan kaki, namun karena personel pengamanan disiagakan di depan Mapolres, akhirnya jenazah korban dibawa ke Kantor Wali Kota Sorong.

 Sesampainya di Kantor Wali Kota Sorong, terjadi koordinasi antara tokoh masyarakat bersama dengan keluarga dan menyepakati jenazah akan dibawa pulang dan disemayamkan di rumah duka.  Hari ini , Selasa (20/4), Polres Sorong Kota akan memfasilitasi pihak korban dan pihak pelaku untuk dipertemukan.  

 “Permintaan keluarga korban akan kami fasilitasi, kami akan mengurus mulai dari proses pemakaman hingga penyiapan peti dan sebagainya. Dan keluarga korban juga menuntut tanggung jawab dari ikatan paguyuban pelaku, atas anak dan istri korban yang ditinggalkan,” papar Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto Setiawan,S.IK,MH yang ditemui wartawan di Mapolres Sorong Kota usai mengantarkan jenazah kembali ke rumah duka, semalam.

  Kapolres menuturkan, usai kejadian penikaman, pelaku mengamankan diri ke Koramil Sorong Timur, sementara ­korban dilarikan ke RS Herlina untuk mendapatkan pertolongan pertama, namun korban tidak tertolong dan meninggal dunia. Sementara itu, pelaku dibawa ke salah satu rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. “Pelaku kami amankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya,” ujar Kapolres.

 Sementara itu, sebanyak 200 personel Polres Sorong Kota yang diback-up personel ­Brimob dan Polairud disiaga­kan untuk melakukan penga­manan. (ris/juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed