oleh

Pasar Modern Rufei Diresmikan 19 April

SORONG – Wali Kota Sorong, Drs.Ec.Lambert Jitmau,MM memastikan pada tanggal 19 April 2021 adalah hari yang pas untuk meresmikan Pasar Moder Rufei dan Pasar Mama-mama Papua. Karena itu, , Pemkot melakukan pertemuan dengan para pelaku usaha pedagang yang akan menempati lapak-lapak yang tersedia di Pasar Moder dan Pasar Mama-mama Papua. “Ada pertemuan, saya panggil pelaku usaha di Pasar Boswesen Rufei mereka semua ada di sini. Pada intinya mereka semua setuju,” kata Lambert Jitmau usai melakukan peninjauan pasar Mama-mama Papua.

Mendengar Wali Kota Sorong meninjau langsung Pasar Mama-mama Papua, mama-mama Papua yang sudah berada di Pasar Mama-mama Papua menunggu kedatangan orang nomor satu di Kota Sorong ini.  “Mereka di sana biar mereka sampaikan aspirasi sesuai dengan mereka punya keinginan. Kalau saya punya saudara-saudara non Papua ini gampang. Tapi saya lihat dan bersyukur karena ada los-los atau lapak yang ada. Saya meminta Dispenda untuk mencatat lapak-lapak dan pelaku bisnis yang ada di Pasar Boswesen mereka disana hanya ada 600-an sedangkan los yang sudah 500 jadi ada kekurangan hanya 100 dan itu gampang akan saya bangun lapak permanen lagi. Pada intinya mereka sudah setuju semua. Sebelum tanggal 19, para pedagang sudah pindah agar saya resmikan Pasar Modern itu aktivitas di dalam pasar sudah semakin ramai,” ucap Lambert Jitmau.

Dia menegaskan, tanggal 19 April nanti sudah tidak ada lagi tenda-tenda di Pasar Boswesen, harus dibongkar karena akan dibangun pagar di pasar ikan sampai di samping jembatan depan kantor Klasis. “Saya akan bangun tembok dan ada pintu masuk dan pintu keluar karena nanti pakai portal. Saya butuh dukungan doa dan restu supaya tanggal 19 saya resmikan Pasar Modern Rufei,” tandasnya.

Ditegaskannya, parkiran di dalam pasar semua fasilitasnya disediakan pemerintah. Pemerintah daerah menyediakan tempat parkir supaya kendaraan parkir teratur, dan nantinya mamudahkan petugas melakukan pungutan secara baik yang dibuktikan dengan karcis. 

Ditambahkannya, lapak di pasar ini pemerintah yang bangun, karena itu tidak boleh siapa-siapa yang bangun, misalnya kelompok A, kelompok B, asosiasi dan lain sebagainya. Tidak boleh bawa kelakuan dari Pasar Sentral Remu ke Pasar Modern. “Nanti ada yang kelola pasar, apakah Dispenda nanti kita lihat. Supaya ada yang jaga toiletnya, kamar mandinya, petugas kebersihannya harus bersihkan sampah, supaya pasar bersih dan mereka harus mendapatkan pendapatan yang wajar. Jadi orang harus jaga pasar,” pungkasnya.

Salah satu pedagang mengaku bahwa sudah tidak sabar untuk menikmati pasar termegah tersebut. “Cepat sudah resmikan karena kita sudah capek jualan di tempat yang kalau hujan bocor baru becek,” ucap salah satu pedagang. (zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed