oleh

Para Demonstran Diminta Rapid

-Metro-25 views

Menanggapi permintaan Wakil Ketua II DPRD Kota Sorong, Elisabeth Nauw, SE yang menginginkan agar adanya rapid rest massal terhadap para demonstran pada Jumat 9 Oktober 2020 di Gedung DPRD Kota Sorong karena ditakutkan timbulnya klaster baru yakni klater demo, mengingat sebagian besar para pendemo kemarin tidak menggunakan masker maupun menjaga jarak.

Sekertaris Gugus Tugas percepatan penanganan Covid-19 Kota Sorong, Herlin Sasabone mengatakan terkait permintaan DPRD untuk dilakukan rapid terhadap sekian ratus orang yang berdemonstran, Tim Gustu justru lebih kepada kesadaran para massa aksi apabila merasakan gejala terinfeksi Covid-19 diharapkan agar melaporkan kepada Tim Gustu Covid-19 Kota Sorong.

“Karena tentu untuk merapid sekian banyak orang, membutuhkan kesiapan dan juga terkait penganggaran, karena ketersediaan alat rapid kami saat ini, lebih difokuskan untuk digunakan terhadap kontak erat,”jelasnya.

Tim Gustu Covid-19 juga merasa prihatikan dengan aksi tersebut, sebab penyampaian aspirasi sebenarnya tidak perlu melibatkan banyak orang namun bisa melalui perwakilan.Tetapi karena sifatnya massa yang banyak dengan rentan waktu yang cukup lama pasti penyebaran sudah terjadi sebab tidak ada yang tahu siapa yang positif Covid-19 di dalam aksi tersebut.

“Sebenarnya aksi kumpul itu tidak boleh dilakukan, namun seperti kita lihat ini aksi serentak hampir di seluruh Indonesia karena UU Cipta Kerja yang disahkan,”terangnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua II DPRD Kota Sorong, Elisabeth Nauw, SE meminta kepada Gustu Covid-19 Kota Sorong agar melakukan tracing atau dilakukan rapid test terhadap pendemo sehingga tidak menimbulkan klaster baru yang diberi nama klaster demo.

“Pendemo dalam melakukan aksi tidak mengindahkan protokol kesehatan, dari sisi menjaga jarak, karena di Kota Sorong ini sudah meningkat hingga ribuan kasus positif,”pungkasnya.(juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed