oleh

Papua Barat Waspada Siklon

BMKG Keluarkan Peringatan Dini

SORONG – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas 1 DEO Sorong mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi akibat dari telah terbentuknya bibit  siklon tropis 94W yang  terpantau di Samudera Pasifik utara Papua yang membentuk area pertemuan angin (konfluensi) di wilayah perairan utara Papua barat. 

Pola angin di wilayah Papua Barat bagian utara umumnya bergerak dari selatan ke barat dengan kecepatan 3-20 knot. Potensi Kecepatan angin tertinggi terpantau di wilayah samudra Pasifik bagian utara Papua Barat, perairan Sausapor dan perairan Manokwari mencapai 30 knot. 

“Kondisi ini menyebabkan peningkatan tinggi gelombang di wilayah tersebut,” jelas Prakirawan Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meterlorologi Kelas 1 DEO Sorong, Mitra D. Hutauruk melalui rilis yang diterima Radar Sorong, Selasa (13/4).

Dia mengatakan,  tinggi gelombang 1,25 hingga 2,50 meter atau sedang, berpeluang terjadi di perairan Raja Ampat, Sorong bagian utara dan perairan Sausapor. Tinggi gelombang mencapai 2,50 hingga 4,00 meter berpeluang terjadi di Samudra Pasifik bagian utara Papua Barat dan perairan Manokwari. ”Yang perlu diperhatikan resiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran yaitu untuk perahu nelayan harus perhatikan kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang diatas 1, 25 meter,” paparnya.

Kapal tongkang perlu memperhatikan  kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter. Untuk Kapal Ferry, perlu memperhatikan kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 m. Sedangkan,  kapal ukuran besar seperti kapal kargo maupun kapal pesiar perlu memperhatikan kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter. ”Peringatan tinggi gelombang ini berlaku mulai tanggal 14 April hingga 16 April 2021,” jelasnya.

Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto dalam rilisnya mengatakan bahwa BMKG memonitor adanya bibit Siklon Tropis 94W yang mulai tumbuh di wilayah Samudera Pasifik sebelah utara Papua pada Senin (12/4).

Melalui citra satelit Himawari-8, bibit siklon tropis yang terdeteksi di -5.8 LU-141.1 BT itu menunjukkan adanya petumbuhan awan konvektif yang persisten dan cukup signifikan di sekitar sistem dalam enam jam terakhir. Area dengan kecepatan angin maksimum (15-20 knot) terkonsentrasi di kuadran utara dan selatan dari pusat sistem. ” Adapun tekanan minimum Bibit Siklon Tropis 94W mencapai 1007 hPa dan dengan kecepatan angin maksimum di sekitar sistemnya mencapai 20 knot atau 37 km/jam,” terangnya.

Keberadaan bibit Siklon Tropis 94W memberikan dampak tidak langsung berupa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dalam 24 jam kedepan yang dapat disertai kilat/petir serta angin kencang di beberapa wilayah di Tanah Air. “Dalam 24 jam ke depan memberikan dampak tidak langsung berupa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat,” ungkapnya.

Adapun sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak Bibit Siklon Tropis 94W menurutnya meliputi Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Maluku Utara, Papua Barat dan Papua. Dalam hal ini Guswanto menekankan bahwa wilayah dengan level ‘waspada’ untuk potensi banjir bandang dua hari ke depan berdasarkan prakiraan berbasis dampak adalah Sulawesi Utara dan Maluku Utara. “Waspada Sulawesi Utara dan Maluku Utara,” katanya.

Dia mengatakan bahwa Gelombang Tinggi 1.25 sampai 2.5 meter berpeluang terjadi di  Laut Sulawesi bagian tengah dan timur, Perairan utara Kepulauan Sangihe hingga Kepulauan Talaud, Laut Maluku, Perairan utara dan timur Halmahera, Laut Halmahera, Samudera Pasifik utara Halmahera.

Kemudian Gelombang Tinggi 2.5 hingga 4.0 meter berpeluang terjadi di Perairan Raja Ampat – Sorong, Perairan Manokwari, Perairan Biak, Teluk Cendrawasih, Perairan Jayapura – Sarmi, Samudera Pasifik utara Papua Barat. Berikutnya Gelombang Setinggi 4.0 hingga 6.0 meter berpeluang terjadi di Samudera Pasifik utara Papua.

Menyusul adanya informasi prakiraan cuaca dari BMKG tersebut, masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi cuaca ekstrem. ”Masyarakat diimbau agar tetap waspada dan berhati-hati,” kata Guswanto.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dr. Raditya Jati mengatakan, seluruh pemangku kebijakan di daerah bersama masyarakat diharapkan dapat mempersiapkan segala hal yang dianggap perlu untuk mengantisipasi adanya dampak terhadap bencana hidrometeorologi yang dapat ditimbulkannya seperti banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan dan pohon tumbang. (***/juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed