oleh

Pantau Vaksinasi, Gubernur Bantu 5000 Masker dan Sembako

-Metro-80 views

SORONG-Gubernur Papua Barat, Drs.Dominggus Mandacan didampingi Wali Kota Sorong, Drs.Ec.Lambert Jitmau,MM memantau pelaksanaan vaksinasi massal di Gedung Dojo Aspol Remu. Selain itu, gubernur juga membantu 5000 masker dan sembako kepada masyarakat Kota Sorong, Senin (19/7).

“Kami datang ke beberapa kabupaten dan kota untuk menyaksikan pelaksanaan vaksinasi di Alun-alun Aimas dan di Dojo Kota Sorong. Kita Papua Barat yaitu Manokwari dan Kota Sorong ditetapkan sebagai PPKM Darurat. Dengan demikian kita menindaklanjuti instruksi dari Kementerian Dalam Negeri,” kata Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan.

PMB OPBJJ-UT Sorong

  Ia meminta forkopimda kabupaten/kota untuk mengikuti surat edaran yang telah dikeluarkan. “Yang jelas tanggung jawab kita mengajak masyarakat peduli dan patuhi protokol kesehatan. Sehingga yang kita harapkan dapat memutus penyebaran Covid-19 di Papua Barat termasuk Kota Sorong. Saya juga mengajak kita semua untuk vaksin, karena vaksin ini penting untuk meningkatkan daya tahan tubuh kita dari penyebaran Covid-19. Sekalipun kita telah melakukan vaksin kita tetap menaati protokol kesehatan dengan memakai masker,” sambungnya.

  Ia juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada wali kota yang telah bekerja sama dengan forkopimda untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19.  “Terima kasih kepada wali kota yang telah memaksimalkan fasilitas kesehatan dari Pustu, Puskesmas dan rumah sakit serta telah memaksimalkan tenaga medis juga ada tambahan,” ungkapnya.

  Wali Kota Sorong, Drs.Ec.Lambert Jitmau,MM mengatakan tingkat kesembuhan semakin tinggi hingga akhir Mei 2021 mencapai 98,4%. “Dimana masyarakat sangat menaati prokes dan kerja keras dari nakes, tim medis, kemudian Muspida dari Danrem, Dandim, Kapolres dan Kajari. Kami selalu bergandengan tangan memberikan informasi dan sosialisasi kepada masyarakat yang ada di Kota Sorong. Artinya tingkat kesembuhan sudah signifikan bagi kami,” jelasnya.

  Tetapi mulai pertengahan bulan Juni hingga Juli wali kota tidak menduga  penyebaran virus Corona semakin meningkat terus. Posisi hari Senin kemarin tingkat kesembuhan sudah menurun menjadi 86.22% ini suatu hal yang mengkhawatirkan pihaknya.” Tapi kami tetap bekerja keras untuk mengatasi itu,” sambungnya.

  Namun, lanjut wali kota bahwa menyangkut fasilitas kesehatan yang lengkap di Kota Sorong. Rumah sakit di Kota Sorong berjumlah 7 dan rumah sakit pemerintah ada 2. Dimana Rumah sakit Sele Be Solu memiliki 150 tempat tidur dan Rumah Sakit Rujukan Covid-19 tempat tidur 200 dan Kantor Diklat Kota Sorong jumlah tempat tidur ada 200. “Dan 49 dokter kemudian ada pengangkatan dokter 15 menjadi 60an. Dan dari 60an ada 19 dokter spesialis dan tenaga medis hampir 5000 yang tersebar di 2 rumah sakit dan 10 Puskesmas yang saya bangun 2 tingkat dengan ruang rawat inap ada sekitar 3 atau 4 ruang. Sebagai pimpinan di kota ini, saya sudah lakukan seperti itu,” katanya.

 Yang menjadi kendala bagi wali kota, kenapa Virus Corona semakin berkembang terus. Yang positif bukan warga Kota Sorong saja. Tetapi yang datang ini dari Sorong Raya bahkan dari provinsi juga. Pihaknya sudah melakukan pengawasan di jalur-jalur yang masuk Kota Sorong.

  Wali kota meminta kepada gubernur agar membuat surat edaran kepada kepala daerah Sorong Raya, agar mereka mengimbau masyarakatnya untuk tetap di daerah masing-masing.”Saya mohon kepada pak gubernur sebagai orang tua kami, sebagai kakak kami sekaligus pak gubernur di provinsi ini untuk membuat surat edaran kepada rekan-rekan bupati. Supaya di saat seperti ini mereka menahan warganya di tempat masing-masing,” pungkasnya.(zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed