oleh

Pansus Wabup Maybrat Optimis Selesaikan Tugas

Thomas Aitrem : Yang Terpilih jadi Wakil Bupati adalah Putra Terbaik Maybrat

SORONG – Bekerja kurang lebih 10 bulan lamannya, Pansus Pemilihan Wakil Bupati Maybrat sisa masa jabatan 2017-2022, optimis secepatnya menyelesaikan tugas yang diberikan DPRD Maybrat. Saat ini, tersisa dua tahapan yang akan dikerjakan Pansus Cawabup Maybrat dalam waktu dekat ini, yakni menggelar pleno verifikasi berkas cawabup, dan selanjutnya masih tahapan penetapan cawabup Maybrat yang telah diajukan oleh partai politik (parpol) koalisi Sagrim-Kocu yang sesuai aturan berhak mengajukan nama cawabup.

PMB OPBJJ-UT Sorong

Ketua Pansus Pemilihahan Wakil Bupati Maybrat, Thomas Aitrem mengatakan, setelah paripurna penetapan APBD Perubahan tahun 2021, pihaknya di Pansus menjadwalkan Minggu depan menggelar pleno verifikasi dan penetapan dua calon wakil bupati yang telah diajukan oleh parpol koalisi SAKO, untuk selanjutnya dua nama Cawabup Maybrat diajukan ke paripurna DPRD Maybrat untuk memilih Wakil Bupati Maybrat yang akan mendampingi Bupati Maybrat Dr.Drs Bernard Sagrim,MM di sisa masa jabatan 2017-2022.

Dikatakannya, setelah pleno penetapan nama Cawabup Maybrat, selanjutnya terhitung satu minggu ke depan dilanjutkan dengan sidang paripurna DPRD Maybrat dalam rangka pemilihan Wakil Bupati Maybrat. ”Kita semua patut bersyukur karena setelah sepuluh bulan lamannya pansus bekerja, akhirnya pansus bisa segera menyelesaikan sisa tahapan. Paling lambat bulan September ini sudah bisa menyelesaikan sisa tahapan,” kata Thomas Aitrem kepada Radar Sorong, kemarin.

Politisi Partai Golkar ini mengakui, dalam sejarah pembentukan pansus DPRD Maybrat, kali ini Pansus Pemilihan Wakil Bupati Maybrat sisa masa jabatan periode 2017-2021 merupakan pansus terlama hingga sepuluh bulan lamanya bertugas. Menurutnya, yang membuat pansus bekerja lama hingga membutuhan waktu 10 bulan, bukan karena pihaknya di pansus, tetapi berpulang pada partai koalisi SAKO yakni Golkar, PDIP, PKS dan Nasdem. ”Jadi yang membuat proses ini lambat sampai memakan waktu 10 bulan bukan kami di pansus, tapi rekan-rekan parpol-lah yang membuat sehingga prosesnya lambat sampai sekarang,” tandasnya. 

Kendati demikian, pihaknya mengapresiasi parpol koalisi SAKO, dimana salah satu kader parpol yang diajukan atas nama Sarteis Wanane, mengundurkan diri secara resmi sehingga otomatis tinggal dua nama calon yang masuk ke pansus. Kedua nama calon Wakil Bupati Maybrat yang diajukan untuk menggantikan posisi (Alm) Paskalic Kocu, yakni Markus Jitmau yang merupakan politisi senior PDIP dan Leonardus Kore yang merupakan kader Nasdem. “Siapapun yang terpilih adalah putra terbaik Maybrat yang diharapkan bisa mendampingi Bupati Maybrat bekerja sampai dengan menyelesaikan masa periodesasi kepemimpinannya di tahun 2022 mendatang,” kata Thomas Aitrem. (ris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed