oleh

Pansus Kembalikan Berkas Cawabup Maybrat

SORONG – Setelah melakukan verifikasi berkas tiga Calon Wakil Bupati (Cawabup) Maybrat sisa masa jabatan 2017-2022 pada tanggal 15 Maret lalu, Panitia Khusus (Pansus) Pemilihan Wakil Bupati Maybrat dalam plenonya memutuskan dan menetapkan bahwa berkas ketiga Cawabup Maybrat, Sarteis Wanane yang diusung Golkar dan PKS, Markus Jitmau yang diusung PDIP, dan Leonardus Kore yang diusung Partai Nasdem telah dinyatakan lengkap.  Walau demikian, karena terdapat lebih dari dua nama calon, berkas ketiga calon dikembalikan kepada partai masing masing.

Ketua Pansus Pemilihan Wakil Bupati Maybrat, Thomas Aitrem kepada Radar Sorong melalui sambungan telepon seluler, Rabu (17/3) menjelaskan bahwa sebelumnya dalam proses verifikasi berkas calon, pihaknya menjumpai dari ke empat partai koalisi (Golkar, PDIP, Nasdem dan PKS) masing-masing merekomendasikan satu nama, sedangkan Partai Golkar ada dua nama yang diajukan ke Pansus yakni Sarteis Wanane dan Jhon Fatie. Namun dari keempat nama tersebut, hanya tiga calon yang berkasnya dinnyatakan lengkap, sedangkan Jhon Fatie tidak melakukan proses pemberkasan.

Politisi Golkar ini menilai kasus yang terjadi di Maybrat ini, masing-masing partai mengusulkan kadernya masing-masing menurut ego masing-masing. Ia menilai partai koalisi tidak duduk bersama menyepakati dua nama untuk diajukan. Menurut Thomas Aitrem, rekan-rekan di parpol koalisi pemenangan SAKO yang berhak mengajukan calon, keliru dan melanggar ketentuan UU Nomor 10 Pasal 170 tentang mekanisme, syarat dan ketentuan pengusulan nama calon wakil kepala daerah minimal harus dua nama dan atau tidak lebih dari dua nama calon.

“Karena terdapat lebih dari dua nama, yaitu tiga nama calon yang berkasnya dinyatakan lengkap, sedangkan satu nama lagi yang muncul di rekomendasi Partai Golkar (Satu rekomendasi dua nama calon), sehingga hasil pleno menetapkan untuk mengembalikan ke empat nama tersebut ke parpol koalisi untuk disepakati  dua nama saja yang boleh diusulkan ke pansus untuk ditetapkan dan selanjutnya diajukan ke pimpinan DPRD untuk mengagendakan paripurna pemilihan,” jelas Thomas Aitrem, wakil rakyat yang terpilih dari Dapil I Aifat ini melalui sambungan telepon seluler.

Dikatakannya, dalam pleno pansus,  pihaknya memberi waktu tiga puluh hari (satu bulan), mulai 15 Maret sampai 15 April, kepada para calon dan partai koalisi, untuk dirapatkan di internal untuk menyepakati dua nama lalu diajukan kembali ke pansus. “Dari waktu satu bulan yang kita (pansus) berikan, kalau teman-teman parpol koalisi duduk berembuk dan menyepakati dalam waktu satu atau dua minggu kedepan sudah ada kesempatan maka itu jauh lebih baik,” tandasnya. 

Pihaknya mengharapkan dukungan dan kerja sama dari parpol koalisi, supaya memahami ketentuan dan mekanisme yang diatur oleh aturan. “Jangan masalah di internal partai koalisi dibawa lagi ke pansus. Kami pansus hanya mengawal proses dan tahapan, kami tidak punya kewenangan untuk menggugurkan salah satu atau dua calon, karena itu domainnya internal partai koalisi dan itu jelas diatur dalam ketentuan aturan perundang-undangan yang berlaku,” pungkasnya. (ris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed