oleh

Pansel Pejabat Maybrat Diminta Selektif

-Metro-105 views

SORONG– Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD-KNPI) Kabupaten Maybrat meminta agar Panitia Seleksi (Pansel) Jabatan Eseloon II di lingkup Pemerintah Kabupaten Maybrat yang sedang berproses di Kota Sorong selektif dan profesional dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan pemerintah daerah kepada mereka. Penegasan tersebut disampaikan Ketua DPD KNPI Kabupaten Maybrat, Klemens Howay,S.Sos di Sekertariat DPD KNPI Maybrat yang bermarkas di kompleks Ruko Bandara Udara Kambuaya Distrik Ayamaru Timur, Kabupaten Maybrat.

Pernyataan ini dinilainya sangat penting untuk disampaikan, karena Kabupaten Maybrat saat ini membutuhkan sosok pemimpin birokrasi di setiap OPD yang bisa mampu menterjemahkan visi-misi dan kebijakan pembangunan di Kabupaten Maybrat.

PMB OPBJJ-UT Sorong

“Jangan sampai ada pesan sponsor lalu mengesampingkan profesionalitas Pansel.  Maybrat saat ini membutuhkan calon pemimpin birokrasi yang bisa mampu menerjemahkan visi-misi dan kebijakan pembangunan di Kabupaten Maybrat ke depan,” ucap Klemens Howay kepada Radar Sorong.

Diakuinya, peserta seleksi yang saat ini mengikuti tahapan seleksi adalah putra-putri terbaik Maybrat. dari sekian banyak yang dilakukan online, lanjut Howay, harus benar benar profesional dan berintegritas dalam memberikan penilaian.

“Penilaian harus objektif berdasarkan perengkingan. Dari sekian puluh peserta seleksi, kami dapat informasi katanya hanya kurang lebih ada 14 posisi jabatan eseloon II yang direbut, jadi harus memutuskan yang terbaik dari sekian yang baik,” ucapnya sembari menambahkan bahwa pejabat yang kelak menempati jabatan eseloon II nanti harus meninggalkan kinerja yang baik kepada mereka sebagai generasi penerus pembangunan di bumi Maybrat.

Dijelaskannya, pejabat yang ditempatkan harus memiliki disiplin ilmu dan kompetensi yang sesuai dengan jabatan yang dipilih. Penematan pejabat dalam jabatan harus benar benar sesuai disiplin ilmu dan kompetisi yang dimiliki, dibuktikan dengan pengalaman dan prestasi prestasi yang sudah dilalui, jangan asal tempatkan pejabat karena kedepan berpotensi gagal dalam menerjemahkan visi-misi dan kebijakan bupati (Pemerintah Daerah)” ujarnya sembari menambahkan bahwa, apa yang disampaikannya merupakan representasi dari seluruh pemuda-pemudi di Kabupaten Maybrat yang memiliki harapan akan pembangunan yang lebih baik di Maybrat.

Ia menuturkan, yang sering terjadi di Maybrat, ketika ada persoalan yang seharusnya bisa diselesaikan di tingkat OPD, tidak dapat diselesaikan di tingkat OPD sehingga pengaduan masyarakat, keluhan masyarakat, selalu  tertuju ke bupati karena mereka menggap hanya bupati yang bisa menyelesaikan urusan urusan wajib pemerintahan. (ris)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed