oleh

Pangkalan Mitan Akui Sempat Ada Kelangkaan

-Metro-199 views

SORONG-Pemilik usaha pangkalan minyak tanah sejak dari 2005, Hj Nini Naya yang berada di Jalan Poncowati Sorong Timur ini mengaku memang sempat terjadi kelangkaan atau keterlambatan dalam pengiriman minyak tanah (Mitan). Hal tersebut menurutnya terjadi pada akhir tahun menjelang Hari Raya Natal 2020, dimana kebutuhan masyarakat meningkat yang mana untuk membuat kue atau kebutuhan memasak lainnya..

“Saat ini, untuk kelangkaan di pangkalan sini tidak ada, tetapi sempat terjadi di akhir tahun karena pemakaian mungkin sesuai kebutuhan jadi agak berlebihan oleh warga yang akan merayakan hari Raya Natal, untuk membuat kue-kue khas Natal ataupun memasak,” katanya kepada Radar Sorong usai melayani warga ketika membeli Mitan,Minggu (10/1).

PMB OPBJJ-UT Sorong

Dikatakannya, harga penjualan minyak tanah berbeda antara pangkalan dan di kios-kios, sehingga banyak warga yang rela antri beli di pangkalan. “Kalau harga di pangkalan seperti biasa masih Rp4.000. Kalau di kios biasa ada yang Rp5.000, dan ada yang Rp6.000,”ujarnya.

Hj.Nini menjelaskan bahwa Penjualan di pangkalannya biasanya dia mendapatkan kuota 1 ton liter Mitan, yaitu 1000 liter sehingga dapat terisi sebanyak 5 drum dan satu bulan bisa di order sebanyak dua kali jadi ada 2000 liter mitan, kemudian suplai dari agen biasa pada awal bulan dan pada akhir bulan.

Lanjutnya, warga yang hendak membeli biasanya langsung mendatangi gudang pangkalan miliknya yang tak jauh dari rumahnya tersebut.

“Ada dan tidak adanya minyak tanah, warga bisa melihat dari keberadaan drum. Jika di taruh di luar Gudang Pangkalan berarti minyak tanah ada, tetapi kalau belum ada maka drum di taruh di dalam Gudang Pangkalan. Sehingga warga sudah paham,”jelasnya.

Dia menambahkan bahwa Harga di pangkalan tidak bisa dinaikkan atas kemauan pemilik, karena nantinya pangkalan akan ditegur oleh agennya.

Hj.Nini juga berharap bisa menambah jumlah stok Mitan karena kebutuhan warga setempat cukup tinggi. Dia mengaku sejak awal jumlahnya memang cukup untuk warga wilayah pangkalan. Namun, beberapa tahun kemudian dikurangi oleh agennya.

“Jumlahnya kami sudah ajukan permintaan cuma katanya untuk saat ini dibatasi dulu, belum ada tambahan dari Pertamina. Tapi memang sudah ada niat untuk ditambahkan dari yang biasa dipesan. Karena waktu awal 2005 itu sudah kita ajukan dan kita dikasih 10 drum berarti 2000 liter tapi pada tahun 2017 kita di batasi lagi, karena mungkin ada kekurangan stok dari Pertamina. Kalau bisa kami ingin ada penambahan jumlah Mitan untuk penambahan minyak tanah dari agen,” pungkasnya.

Salah satu warga yang membeli mengaku bahwa terkadang mau beli lebih tapi dibatasi karena untuk dibagi buat warga lainnya. “Kita kadang mau brli banyak buat stok. Tapi dibatasi 10 liter saja agar warga lainnya bisa kebagian,” ujarnya.(zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed