Pandemi Selesai, Kenaikan Harga Barang Pokok Baru Dimulai!

radarsorongnews.com – Denyut nadi perekonomian di Indonesia terbilang berangsur dengan normal. Kenormalan ini baru saja terjadi ketika kondisi dan situasi pandemi COVID-19 terkontrol dengan sempurna. Di Indonesia, para pedagang pun bisa merekahkan senyum mereka kembali setelah jumlah pelanggan yang banyak kembali bertambah sepanjang waktu. Hal ini pun menyebabkan momen bahagia untuk mereka. Namun dibalik itu, di tengah kondisi situasi pandemi yang berakhir, justru kenaikan harga barang pokok baru saja terjadi. Sebagaimana yang kita tahu, bahwa belum lama ini harga minyak telah melonjak tajam. 

 

Hingga harga minyak kemasan premium per 2 liternya dibanderol kurang lebih Rp 50 ribu. Tentunya hal ini menyebabkan masyarakat mengeluhkan harga minyak yang tidak terkendali. Belum selesai di situ saja, hadirnya minyak goreng premium kemasan maupun curah, menjadi langka setelah pemerintahan Indonesia melakukan kebijakan yang berubah-ubah. Kondisi Ramadhan 2022 ini memang menjadi berkah untuk Umat Muslim. Namun di sisi lain, keluhan dan beban yang tinggi atas harga pokok sangat tinggi, menyebabkan mereka kesulitan. 

 

Euforia pandemi dan harga bahan pokok yang tinggi, menjadi masalah serius di Indonesia. Hingga berita ini di tulis dan di publish, tantangan masyarakat menghadapi harga bahan pokok, adalah sebuah tren terbaru di Indonesia. “Terbenam pandemi dan terbitlah harga pokok yang melonjak tajam”, kira-kira itulah sebutan yang pas untuk menggambarkan situasi terkini di Indonesia. Lantas, bagaimana informasi lebih lanjut soal harga bahan pokok yang naik tajam hingga menyebabkan masyarakat terbebani? Yuk, simak dan perhatikan terus artikel kami kali ini sampai selesai!

 

Dari Pandemi Menuju Kenaikan Harga Barang Pokok

 

Pada dasarnya, kenaikan harga barang pokok, kemudian diselingi oleh harga yang menurun, adalah sebuah tren lumrah di suatu negara. Namun, sangat disayangkan bahwa harga bahan pokok harus naik selang tidak lama pandemi berakhir di Indonesia. Tentunya ini menyebabkan beban yang harus dipikul oleh masyarakat jauh lebih berat dibandingkan biasanya. Bahkan, kenaikan harga bahan pangan serta komoditas lainnya, justru menjadi perbincangan hangat nomor 1 di Indonesia dan senantiasa memenuhi laman pemberitaan media massa sejak awal tahun 2022 lalu. 

 

Menanggapi hal ini, Sri Mulyani Indrawati, selaku Menteri Keuangan, mengakui bahwasanya harga bahan pangan di Indonesia telah naik dan komoditas lainnya pun kian mengekori, selepas pandemi COVID-19 di Indonesia berakhir. Kondisi ini juga semakin terlihat memburuk setelah terjadinya konflik antar negara Rusia dan Ukraina. Yang mana perang antar dua negara tersebut menyebabkan akses pangan dunia semakin terbatas. 

 

“Jika kemarin ancaman dan tantangan yang dialami oleh masyarakat adalah pandemi, maka tantangan dan ancaman yang mereka rasakan sekarang, adalah kenaikan dari barang-barang tersebut (harga bahan pokok dan komoditas lain,” kata Sri Mulyani, di konferensi pers di Jakarta, yang kami lansir dari sumber Kompas.com, pada Selasa, 5 April 2022 kemarin. Adapun bahan pokok pertama yang mengalami harga naik, adalah minyak goreng. 

 

Awalnya, pemerintahan Indonesia sempat memberikan bantuan berupa minyak goreng subsidi. Namun kini, justru publik dibuat bingung karena harga minyak goreng, baik untuk harga minyak goreng kemasan maupun curah, telah tinggi dan stoknya yang sangat langka. Tidak heran, apabila sejumlah toko hingga retail modern, selalu mengalami antrean panjang demi mendapatkan minyak goreng tersebut. Dan terbaru, pemerintahan Indonesia dengan mendadak menaikkan harga bahan bakar minyak, atau BBM, berjenis Pertamax. 

 

Adapun harga baru yang ditetapkan, adalah Rp 12.500-Rp 13.000 per liternya. Belum lama membagikan informasi mendadak itu, justru kini pemerintahan Indonesia telah memberikan sinyal tentang kenaikan harga elpiji 3 kilogram dan BBM jenis Pertalite. 

 

“Over all yang akan mengalami kenaikan harga itu untuk Pertalite, Pertamax, gas elpiji 3 kilogram yang warna hijau, mungkin premium juga akan mengalami kenaikan secara bertahap. Jadi sejak 1 April 2022 nanti, hingga Juli dan September itu, harga-harga barang tersebut akan naik bertahap oleh pemerintah,” kata Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, atau Menko Marves, yang kami lansir dari Jumat, 1 April 2022 kemarin. Diperkirakan, bahwa inflasi di Indonesia akan naik hingga 5 persen per 2022 ini. 

Tentunya hal tersebut disebabkan atas sejumlah harga pangsa pasar yang naik signifikan. Jika benar-benar terjadi, maka inflasi kenaikan harga barang pokok ini, adalah inflasi tertinggi sejak 2014 lalu.

Previous post Kasus Pemerkosaan Pemandu Karaoke Terkuak, Pelaku Diduga Anggota Satpol PP!
Next post Deretan Kasus Kriminal yang Melibatkan Polisi, Jadi Sorotan Publik!