oleh

Pandemi Covid, Ayo Lestarikan Hutan Sagu

-Metro-68 views

Hutan Sagu di Papua Barat merupakan yang terluas di Indonesia. Namun, seiring berkembangnya pembangunan di daerah, luas hutan sagu di Papua Barat mulai berkurang.  

Saat ini, dari 3 kelompok tani sagu di Kabupaten Sorong, hanya ada dua yang masih melakukan pengolahan pohon sagu hingga kini yakni,  Gisimiklagi dan Saulmele. 

Ketua Tani Gisimiklagi, Melkianus Malagam mengakui hal tersebut.  Menurutnya total luas hutan sagu di Kabupaten Sorong saat ini hanya 450 Ha milik beberapa marga di Kabupaten Sorong seperti Malagam, Osok dan Klaibin. “Total ada 450 Hektar lebih, kalau kami Malagam ada 250 Ha,” ucapnya kepada Radar Sorong saat ditemui di pondok hutan sagu,  Jalan Pariwisata, Kabupaten Sorong, Senin (7/9).

Berkurangnya pohon sagu yang disebabkan oleh peralihan lahan, cukup disayangkan Melkianus. Menurutnya, sagu merupakan salah satu makanan pokok orang Papua yang wajib untuk dipertahankan dan dilestarikan. Untuk itu,  perlu kesadaran masyarakat Papua, khususnya masyarakat Moi untuk tidak mengalihfungsikan lahan sagu milik mereka. “Kalau bukan kita yang lestarikan siapa lagi. kami orang Papua paling mengerti soal sagu, kalau tanam lain masih sulit,” terangnya. 

Ditambahkan Melkianus, Di tengah pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) yang belum diketahui pasti kapan berakhir, menjadi waktu yang tepat bagi masyarakat Papua untuk melestarikan pangan lokal, salah satunya sagu. Guna mengantisipasi tidak adanya pengiriman bahan makanan dari luar daerah. 

“Jangan sampai stok beras tidak mencukupi hingga ke Papua,  masih ada makanan pokok kita,  sagu,” ucapnya. (nam)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed