oleh

Palapa Ring Timur Dibakar,PTT Harap Jaminan Keamanan

-Ekonomi-62 views

SORONG – Aksi pengerusakan dan pembakaran proyek tol langit atau Palapa Ring Timur pekan lalu yang dilakukan oleh kelompok orang tidak dikenal mengakibatkan kerugian besar dalam pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Papua. Tidak hanya pihak Telkom, masyarakat pun ikut dirugikan karena kini internet kembali sulit diakses untuk beberapa waktu.
Project Manager PT. Palapa Timur Telematika (PTT) Herald Napitupulu mengatakan, pihaknya sebenarnya telah melakukan usaha yang signifikan untuk menjaga keamanan aset dan infrastruktur tersebut dengan memasang CCTV untuk pengawasan, pagar listrik, serta membangun pos TNI di area itu. Namun, lokasi titik site yang terletak di wilayah pegunungan tinggi dan sulit dijangkau oleh kendaraan darat serta jarak tempuh yang jauh membuat petugas hanya dapat melakukan patroli secara berkala.

“Memang lokasi yang jauh dengan track yang sulit diakses menjadi kendala, sehingga meski ada petugas yang melakukan patroli, namun sistemnya terjadwal dan tidak standby setiap saat. Kami menyesalkan aksi seperti ini karena begitu banyak masyarakat yang dirugikan.
Saat ini proses pemulihan sedang berjalan dan kami sangat terbuka atas masukan serta permintaan informasi dari masyarakat mengenai kejadian ini,” terangnya dalam virtual conference bersama awak media.
Dengan berbagai aksi vandalisme yang terjadi pada proyek Palapa Ring Timur sepanjang tahun 2020 hingga 2021, PTT perlu membangun kembali setiap tower yang dibakar oleh pihak tersebut. Letak tower yang berada di pegunungan dengan ketinggian 3000 hingga 4000 mdpl serta cuaca yang ekstrim membuat distribusi materi untuk proses pemulihan tower membutuhkan upaya ekstra.

Pihak Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo dan PTT juga terus melakukan upaya penyelidikan motif terhadap kelompok-kelompok yang terlibat dalam aksi pengerusakan dan pembakaran pada proyek Palapa Ring Timur ini. Letak aset dan fasilitas PTT yang berada zona merah, membuat proyek Palapa Ring Timur menjadi rawan terhadap aksi vandalisme.
Langkah mitigasi pun dilakukan pihak PTT untuk menjaga keberlangsungan proyek Palapa Ring Timur seperti pemasangan CCTV dan pemasangan pagar yang dialiri listrik pada beberapa titik diharapkan dapat mempercepat proses identifikasi pelaku, juga membuat jera pelaku aksi vandalisme kedepannya. Untuk menyelesaikan terkait aksi vandalism tersebut, pihak PTT juga membuka ruang diskusi bersama pemerintah, aparat keamanan serta tokoh daerah setempat.
Disamping itu, GM Operation PT. Palapa Timur Telematika Widodo Yuli Prasetyo menambahkan, terjadinya aksi menyebabkan jaringan pada wilayah sekitar mengalami penurunan.
Namun, Pemerintah dan PTT sedang melakukan proses pemulihan terhadap tower yang rusak. Proses perbaikan tersebut juga dipastikan akan memakan waktu serta mengeluarkan biaya yang tak sedikit. Untuk bahan, material serta biaya transportasi logistik pun diharapkan yang tercepat sehingga tidak murah,. Belum lagi tambahan biaya pekerja, apalagi jika harus menghitung kerugian akibat hilangnya pendapatan selama beberapa waktu kedepan.

“PTT mengharapkan dukungan dan kerjasama dari berbagai pihak seperti tokoh masyarakat hingga pemerintah untuk keberlangsungan proyek Palapa Ring Timur, terlebih saat proses perbaikan dan pemeliharaan berlangsung. Melalui langkah mitigasi dan kerjasama yang baik, diharapkan aksi vandalisme tidak terulang kembali. Kami juga berharap masyarakat Papua mengerti bahwa pembangunan Palapa Ring Timur bertujuan untuk memberikan fasilitas dan membantu masyarakat setempat, sehingga dapat menghapus kesenjangan internet di Indonesia,” tutupnya. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed