oleh

Akibat Pandemi, Penjualan Umbul-Umbul Sepi

-Ekonomi-279 views

SORONG – Pedagang musiman yang menjual bendera serta umbul-umbul tradisi tujuh belasan mengeluhkan sepinya pembeli karena terdampak pandemi covid-19. Turunnya pendapatan akibat kurangnya pembeli bahkan bisa mencapai 40 hingga 50 persen.
Andri, lelaki yang juga ikut menjadi pedagang umbul-umbul musiman ini mengaku telah mulai berdagang bendera dan umbul-umbul sejak tanggal 20 Juli lalu. Namun sejak awal berdagang hingga saat ini, pembeli belum ramai.
”Pengaruh sekali karena Corona. Beda dengan tahun sebelumnya. Tahun kemarin kalau sudah tanggal segini nih sudah lumayan pendapatan. Tapi sekarang ya begini, sepi,” ungkapnya kepada Radar Sorong, Kamis (6/8).
Untuk menekan biaya modal, Andri memesan langsung barang dagangannya dari Garut. Bendera dibanderol mulai dari harga Rp 5.000 untuk bendera berukuran kecil dan Rp 35.000 untuk bendera ukuran besar serta umbul-umbul. Sedangkan untuk bendera renda seharga Rp 350.000 per sepuluh meternya.
Bendera berukuran sedang dan umbul-umbul yang lazimnya di pasang di pinggir jalan masih jadi favorit masyarakat Kota Sorong. ”Yang favorit dibeli masyarakat Kota Sorong adalah bendera merah putih untuk dipasang di halaman rumah atau di halaman perkantoran. Selain itu juga umbul-umbul yang biasanya dipasang di sepanjang jalan. Itu yang paling laris,” kata dia.
Untuk mempermudah pembelinya, Andri juga bersedia melayani pengantaran ke berbagai alamat tujuan pembelinya. ”Kalau tidak mau repot bisa juga kalau mau diantar. Tapi yang penting mereka mau nunggu sampai saya selesai jualan. Saja jualan di sini dari jam 9 pagi sampe jam 6 sore. Setelah itu baru saya antarkan pesanan pelanggan,” bebernya.
Sama seperti harapan banyak orang, Andri, lelaki yang sebelumnya benualan gorden ini juga nerharap agar Corona kelas berlalu sehingga perekonomian bisa kembali bergeliat. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed