oleh

Padam Seharian, Wali Kota Kecewa Terhadap PLN

-Metro-227 views

Wali Kota: Saya Pergi Cari Tempat Lain, Tidur Pakai Pelita

SORONG – Pemadaman listrik total atau black out oleh PLN UP3 Sorong membuat Wali Kota Sorong, Drs.Ec.Lambert Jitmau,MM kecewa terhadap PLN. Ia bahkan memilih tidak tidur di rumahnya, tetapi ternyata di tempat yang ia kunjungi sebagai alternative ternyata mendapatkan hal yang sama, yaitu terjadi pemadaman listrik juga.

PMB OPBJJ-UT Sorong

  Wali Kota Lambert Jitmau mengaku kecewa terhadap pelayanan dari PLN UP3 Sorong. Hal tersebut dikarenakan pemadaman dengan jangka waktu yang lama, menyebabkan wali kota tidak tidur di rumahnya. Selain itu, menurutnya merugikan masyarakatnya.

  “Aduh saya kecewa sekali, jadi management PLN harus diubah dan diperhatikan. Itu mengorbankan warga selama 24 jam itu gak boleh. Saya tadi malam itu bukan tidur di rumah, saya pergi cari tempat ternyata tempat lain pakai pelita tidur lagi. Wahh gimana itu?!,” tegasnya ketika ditemui usai pemasangan Tiang Pancang Stadion Bawela, Senin (12/7).

  Hal itu membuat masyarakat Kota Sorong geram hingga menuangkan uneg-uneg mereka ke media sosial salah satunya ke facebook. “PLN lagi prank kita kapa. Mati lampu lama sekali,” kata salah satu akun.

  Sementara itu salah satu warga Kota Sorong Km 12, Au mengaku bahwa dari jam 8 pagi hingga malam entah jam berapa baru lampu menyala, membuatnya sangat geram. Ia lantas bertanya-tanya kepada tetangga mengapa lampu padam begitu lama, tidak seperti biasanya.

  “Lampu padam tra tau kenapa. Biasanya itu cuma sebentar, baru dong ada pemberitahuan mau ada giliran. Tapi ini trada, mati tiba-tiba. Sampai katong di kompleks baku tanya deng tetangga kenapa akan padam lama sekali. Bikin emosi,” ungkapnya.

  Menanggapi hal tersebut, Manager PLN UP3 Sorong, Martha Adi Nugraha kepada Radar Sorong, Senin (12/7) mengatakan bahwa sebelumnya ia mewakili PLN UP3 Sorong menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada pelanggan PLN yang ada di Sorong Raya, baik di Kabupaten mau pun di Kota Sorong. Ia juga mengatakan bahwa terjadinya pemadaman akibat tranmisi baru oleh PLN, dimana saluran udara tegangan tinggi dan pembangkit listrik milik PLN yang masih beradaptasi.

  “Dimana ada kendala di sisi tegangan transmisi switchyard 150 kV, sehingga proses start pembangkit masih terkendala akan tetapi untuk suplai bahan bakar pembangkit kami pastikan semua dalam kondisi aman dan cukup,” katanya.

  “Kalau kita PLTMG kapasitasnya 48 MW, yang disuplai dari 2 pembangkit, pertama dari PLTMG Arar ada 5 unit kapasitasnya 47 MW dan kedua ada PLTMG Klasaman Kapasitasnya 7 MW. “Jadi total mampu daya kita itu ada 54 MW. Beban puncak kita rata-rata 38 MW sampai 40 MW. Sehingga kita ada cadangan kurang lebih 14 MW sampai 15 MW. Sebenarnya kondisi cukup,” sambungnya.

  Dijelaskannya bahwa sebelum terjadi padam, pihaknya menginformasikan pada 1 Mei bahwa PLN sudah membangun infrastuktur saluran udara tegangan tinggi atau orang menyebutnya tranmisi 150 kV, kemudian pihaknya mengoperasikan 4 gardu induk. Gardu Induk Arar, Gardu Induk Sorong, Gardu Induk Rufei dan Gardu Induk Aimas. “Kemarin kami juga mengoperasikan pembangkit PLTMG yang berbahan gas yang berlokasi di Arar yang berkapasitas 50 MW. Kalau secara garis besar dengan pengoperasian tranmisi dan pembangkit itu hal yang sangat bagus untuk sistem kelistrikan dari Sorong itu sendiri,” jelasnya.

  “Karena kemarin terjadi padam mulai pagi sampai dengan malam. Yang terjadi pada tanggal 11 Juli, itu yang terjadi adalah kita mengalami padam itu kurang lebih jam 8 pagi karena gangguan. Gangguannya sebenarnya ringan saja, dan terjadi di arah Aimas Klamono. Tapi karena sistem proteksi tembus ke gardu induk dan akhirnya ke transmisi sehingga terjadinya black out atau padam total dari Kabupaten dan Kota Sorong,” katanya.

  “Gangguan itu karena proteksi ini tidak berada dengan baik, sehingga terjadi black out. Nah pada jam 8 pagi sebenarnya sistem sempat terjadi nyala sekitar jam 9 pagi tetapi jatuh lagi saat proses penormalan. Dan pada jam 3 dan jam 4 sore sudah mulai nyala tetapi padam lagi. Karena proses penormalan pada tranmisi dan gardu induk itu ada parameter yang tidak sesuai dengan standarnya sehingga menyebabkan padam. Nah, setelah jam 4 kita normalkan sistem kembali. Dan jam 9 malam itu semua sistem Sorong sudah normal dan berlangsung selama 20 menit. Ada yang berlangsung sampai satu jam tapi padam lagi karena ada gangguan di sisi pembangkit kita di Unit 3 dan Unit 4 yang PLTMG yang ada di Arar sehingga tejadi black out pada jam 9 malam tersebut,” sambungnya.

  Adi juga mengatakan PLN melakukan evaluasi dari pukul 01:39 WIT  dan seluruh sistem Sorong menyala 100%. Penyebabnya pemadaman lampu sebenarnya karena gangguannya sekarang dengan sistem transmisi dan pembangkit tersebut. “Gardu induk yang sekarang lebih handal dan kuat. Hanya kemarin saat penormalan karena ini kejadian pertama sehingga berapa peralatan parameternya belum kuat. Sehingga kita normalkan terjadi kegagalan, sehingga kejadian pada pembangkitnya yang kena. Jadi kata kuncinya sebenarnya kita beradaptasi dengan sistem yang baru. Dan sebenarnya sistemnya lebih baik,” tegasnya.

  Lanjutnya, Kondisi PLN ada 5 pembangkit (5 unit), gangguan yang terakhir pada jam 9 malam menyebabkan unit 4 sampai dengan sekarang tidak bisa bergabung, harus ada yang diperbaiki. “Sehingga saat ini kita bertahan dengan 4 unit. Dari setiap penormalan yang terjadi, kita selalu evaluasi,” ujarnya.

  Adi pun menjelaskan kedepan kendala dan upaya apa yang akan dilakukan oleh PLN UP3 Sorong. Yang pertama, ketika terjadi kondisi padam total. Yang PLN akan perbaiki adalah sisi peralatan untuk starting, recovery. Karena starting ini kalau sudah mati total, untuk menghidupkannya itu butuh waktu. Nah, ini menjadi poin PLN untuk kedepannya. Jika terjadi lagi, waktu yang dibutuhkan untuk penormalan tidak sampai berjam-jam. Kedua, PLN akan lakukan evaluasi sistem proteksi sehingga kalau ada gangguan kecil maka tidak akan sampai sistem yang besar.

  “Idealnya terjadi pemadaman total untuk penormalan sekitar 1 smapai 2 jam. Kemudian ketika terjadi proteksi ketika kejadian kecil itu akan otomatis akan memisahkan diri, tidak akan mengganggu sistem besarnya,” ujarnya.

  Adi sekali lagi menyampaikan terima kasih dan permohonan maaf kepada masyarakat. “Kami ucapkan terima kasih atas support dari masyarakat sehingga akhirnya kami bisa melakukan penormalan listrik ini. Meski waktunya tidak secepat yang bisa diharapkan. Tapi alhamdulilah semua sistemnya sudah bisa normal. Kemarin itu pemadaman tidak terencana. Kalau yang biasa kita umumkan adalah pemadaman terencana,” pungkasnya. (zia)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed