oleh

Otsus Dibutuhkan Untuk Percepatan Pembangunan di Tanah Papua

MANOKWARI-Ketua Harian GMP (Gerakan Merah Putih) Provinsi Papua Barat, Imanuel Yenu memperhatikan situasi dan kondisi Papua akhir-akhir ini  terkait dengan  pelaksanaan otonomi khusus (Otsus). Dia mengajak semua komponen masyarakat untuk mendorong agar Otsus tetap diberlakukan sebagai salah satu  upaya lebih mempercepat pembangunan di tanah Papua.

Dikatakan mantan anggota DPR Papua Barat ini, Otsus di tanah Oapua sudah berjalan hampir 20 tahun sejak ditetapkan pada tahun   2001. Otsus bertujuan mengangkat hargat dan martabat di tanah Papua.

PMB OPBJJ-UT Sorong

Menurut dia, sejak Otsus digulirkan telah memberi dampak  yang baik bagi masyarakat di tanah Papua. ‘’Kita bisa melihat Papua sebelum ada otonomi khusus dan Papua sesudah otonomi khusus,  setelah ada otonomi khusus pembangunan di Papua begitu pesat,  khususnya di Papua  barat. Kita bisa lihat sendiri di Manokwari , di Sorong dan kabupaten lain,  bahwa sebelum ada otonomi khusus kami begitu tertinggal . Sebalinya, sejak Otsus kami begitu leluasa, pesawat berbadan besar bisa masuk ke Manokwari, Sorong dan memuat   anak anak papua bisa  keluar daerah menikmati pendidikan di indonesia lain,’’ ujar Yenu, Kamis (21/1).

Lebih lanjut dikatakan, dari segi pendidikan, anak anak Papua bisa menikmati pendidikan yang tadinya susah untuk dijangkau. Saat ini banyak anak Papua mendapatkan besiswa menempuh pendidikan tinggi di berbagai universitas di kota-kota besar di Indonesia.

‘‘Juga ada Universitas Papua (Unipa) yang hari ini juga banyak melahirkan sumber daya manusia Papua. Pendidikan tidak lagi menjadi sesuatu yang langka di tanah ini tetapi menjadi mudah dapat dijangkau anak anak Papua,’’ ucapnya.

Begitu juga dari segi kesehatan, banyak rumah sakit yang tadinya tertinggal dari sisi fasilitas sedikit demi sedikit dibenahi. ‘’Anak anak papua bisa menikmati  karena ada sarana kesehatan yang baik dan memadai,’’ tandasnya lagi.

Pembangunan ekonomi rakyat, lanjut Yenu, masyarakat juga boleh mendapat ruang untuk berusaha.  Hari ini banyak pengusah pengusaha Papua yang  lahir, berbanding terbalik saat Otsus belum diberlakukan, sangat langkah orang Papua menjadi pengusaha. ‘’Tapi setelah ada otsus banyak orang Papua yang bangkit menjadi pengusaha ini yang perlu masyarakat ketahui bahwa manfaat otsus itu luar biasa bagi masyarakat Papua,’’ imbuhnya.

Namun begitu, Yenu menyadari, dalam  pengelolaan Otsus masih ada kekurangan yang perlu dibenahi secara bertahap. ‘’Kita bisa membayangkan sendiri bagaimana kalau otsus itu tidak ada , kalau otsus itu tidak ada itu akan berdampak luas bagi orang Papua. Hari ini adanya Otsus kita punya gubernur dan wakil gubernur itu orang asli Papua dengan adanya Otsus ada DPR pengangkatan dari jalur otsus ada juga MRP,’’ ucapnya.

Dia membayangkan kalau otsus tidak ada berarti  tanah Papua melaksanakan undang undang yang berlangsung secara nasional. Itu berarti bahwa siapa saja anak bangsa dari Sumatra dari Maluku, dari Jawa, Madura, Kalimantan dan dari daerah lain boleh menjadi gubernur, wakil gubernur.

‘’Jadi saya berharap dan menghimbau kepada saudara-saudara sekalian untuk mempertimbangkan dengan baik. Kalaupun ada kekurangan pada otsus mari kita evaluasi dan perbaiki, tidak menolak. Kita tidak bisa  menolak hal niat baik negara bagi orang  Papua,’’ ujarnya.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed