oleh

Otsus Ada, Makanya Ada MRP dan DPR PB Jalur Pengangkatan

MANOKWARI-DPP Garda  Merah Putih, Yonas Nussy  sebagai salah satu organisasi pejuang dalam mendukung segala kebijakan baik dari pemerintah pusat maupun daerah dalam rangka keberlangsungan pembangunan demi kesejahteraan rakyat Papua. Ketua DPP Garda  Merah Putih, Yonas Nussy menegaskan, jajarannya akan selalu siap sebagai pilar terdepan dalam mengawal kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan  pemerintah untuk kepentingan masyarakat Indonesia yang ada di tanah Papua.

Yonas Nussy mencermati, keberadaan lembaga kultur di Papua Barat seperti MRPB dan DPR jalur pengangkatan tidak lepas dari campur tangan Garda Merah Putih sebagai organisasi pejuang. Dia merasa prihatin jika MRP PB berperan melakukan penolakan terhadap revisi Undang-Undang Otsus.

‘’Karena lembaga kultur tersebut merupakan salah satu lembaga pemerintah yang seharusnya dapat memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait keberadaan Otsus yang sudah berjalan selama kurang lebih 19 tahun agar masyarakat tidak digiring opininya oleh kelompok-kelompok yang menginginkan penolakan Otsus,’’ ujarnya lagi.

Garda Merah Putih lanjut Yonas Nussy, senantiasa mendukung Papua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Di samping itu organisasi Garada  Merah Putih selalu memperhatikan situasi dan kondisi Papua yang saat ini ada pro dan kontra  terkait dengan  otonomi khusus.

Yonas Nussy memberikan sedikit informasi kepada masyarakat tentang otonomi khusus itu sendiri. Dia menilai, saat ini daerah Papua dibanding dengan daerah lain masih sangat tertinggal baik  terutama dari segi pembangunan maupun dari sumber daya manusia. Sehingga  pemerintah pusat melalui pemerintah daerah memberikan bantuan Dana Otsus kepada masyarkat di tanah Papua untuk mengejar ketertinggalan di segala bidang  baik dari kesehatan, pendidikan dan Infraktruktur.

Otonomi khusus di tanah Papua lanjut Yonas Nussy, sudah berjalan hampir 20 tahun sejak ditetapkan pada tahun   2001.  Semenjak Papua diberikan status otonomi khusus telah banyak  memberi dampak  yang baik bagi daerah  dan masyarakat. ‘’Kita semua bisa melihat Papua sebelum ada otonomi khusus dan Papua sesudah otonomi khusus, sudah banyak program yang dibantu dengan menggunakan dana otsus baik pendidikan, kesehatan maupun Infraktruktur,’’ ucapnya.

Dikatakan Nussy, dana otsus sangat memberi dampak yang luar biasa bagi daearah dan masyarakat Papua, baik dilihat dari sektor  pendidikan, infrakturur, kesehatan dan  ekonomi kerakyatan  yang secara nyata  dengan cepat  berkembang berbeda dengan sebelum adanya otsus.

‘’Kita sadari bersama memang dalam setiap perjalanan tentu ada hambatan termasuk dalam perjalanan  pengelolaan Otsus masih ada kekurangan tetapi mari kita bersama memberikan saran masukan, mengevaluasi serta membenahi sehingga kedepan Otsus dapat dikelola lebih baik,’’ ujarnya lagi.

Menurutnya, dengan adanya Otsus maka  pejabat gubernur dan wakil gubernur itu orang asli Papua, juga ada DPR pengangkatan dari jalur Otsus, serta dibentuk MRP (Majelis Rakyat Papua).  Dia sangat sependapat bila Otsus harus tetap dilanjutkan.

‘’Itu semua  dijabat oleh orang asli Papua. Kita bisa membayangkan kalau Otsus tidak ada, itu berarti  kita melaksanakan undang-undang yang berlangsung secara nasional. Berarti bahwa siapa saja anak bangsa dari seluruh indonesia dapat menjadi gubernur dan wakil gubernur  serta bisa menjadi pejabat lain tanpa batasan.

Ketua DPP Garda Merah Putih ini meminta kepada masyarakat agar mempertimbangkan dengan baik kalaupun ada kekurangan  dalam pengelolaan  Otsus dapat direvesi, bukannya ditolak. ‘’Pemerintah pusat telah memberi wewenang kepada pemerintah daerah  untuk mengatur dalam pengelolaan Otsus. Maka jangan kembali menyalahkan pemerintah pusat  bahwa pemerintah pusat telah gagal memberikan otsus. Kalau otsus ada kekurangan mari kita perbaiki kekurangan,’’ ujarnya.(lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed