oleh

‘Otak’ Penikaman SR Diringkus

SORONG – Seorang pemuda berinisal RD yang diduga merupakan otak di balik penikaman yang mengakibatkan SR (38) tewas dan ditemukan tergelak di Jalan Hasanudin samping SD Al-Jihad Kota Sorong pada Minggu (3/5) sekitar pukul 03.00 WIT dini hari, diringkus aparat Polres Sorong Kota, Selasa (5/5) sekitar pukul 21.30 WIT. 

Sebelumnya, jajaran Polres Sorong Kota mengamankan OM yang merupakan eksekutor (pelaku penikaman) sekitar 6 jam setelah penemuan mayat SR. Kini kedua tersangka tersebut mendekam di jeruji besi Rutan Polres Sorong Kota untuk mempertangggungjawabkan perbuatannya.

Kapolres Sorong Kota AKBP Ary Nyoto Setiawan,S.IK,MH menjelaskan, yang melakukan penganiayaan hingga tewasnya SR adalah pelaku berinisial OM, sedangkan RD tidak ikut menganiaya korban. Setelah SR jatuh, pelaku langsung melarikan diri dari tempat kejadian perkara. “Kami sudah menangkap semua pelaku yang terlibat dalam tindak kriminal penganiayaan tersebut yang berjumlah dua orang,” kata Kapolres kepada wartawan, Rabu (6/5).

Mengenai kabar yang berkembang bahwa RD merupakan narapidana Lapas Kelas II Sorong yang bebas setelah adanya program asimilasi Kemenkumham-RI, Kapolres Sorong Kota membantah hal tersebut. Menurutnya, RD bukanlah narapidana dan belum pernah menjadi narapidana. Mengenai kemungkinan dendam lama pelaku hingga akhirnya menganiaya korban, Kapolres Sorong Kota mengatakan hingga saat ini pihaknya masih mendalami motif di balik penganiayaan yang mengakibatkan SR meninggal dunia. “Nanti kami lakukan pemeriksaan dulu dan mendapatkan keterangan dari tersangka dulu,” ucapnya.

Kapolres mengatakan, atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat Pasal 338 KUHP dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama 15 tahun. Selain itu, tersangka RD juga dikenakan Pasal 160 KUHP yang mengatur tentang menghasut supaya melakukan perbuatan pidana, dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun. “Terkait kemungkinan dikenakannya pasal pembunuhan berencana, tergantung dari hasil pemeriksaan nantinya,” pungkasnya.(juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed