oleh

Orang Tua Pelaku Minta Maaf

-Metro-173 views

 SORONG– Kasus kecelakaan tabrak lari yang menimpa 2 wartawati (Redaktur ) Radar Sorong dan presenter Kompas TV Dina Bagung tampaknya bakal menempuh jalan damai. Setelah hampir 3 hari polisi berupaya menangkap pelaku, kemarin (23/7), orang tua pelaku ( Laurezn beserta istrinya Yacoba dengan penuh itikad baik datang menemui kedua korban (Fauzia dan Dina ) di Kantor redaksi Radar Sorong.

Fauzia yang baru pulang rontgen bagian tubuhnya yang bengkak tiba di Kantor Radar dengan kondisi yang masih sangat lemas. Dahinya yang  luka jahitan masih terbungkus perban. Jalan tertatih-tatih akibat luka juga di bagian telapak kakinya, awalnya Fauzia dan Dina  menunjukkan wajah kesal dengan ortu pelaku.  Namun setelah mendengar penuturan mama pelaku, bagaimana dia dengan suaminya sangat sadar untuk datang sendiri menyelesaikan masalah tabrak lari dengan  Fauzia  dan Dina.

“Sebagai ortu pelaku, kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas kejadian yang sudah bikin anak seperti ini (seraya melihat Fauzia penuh iba),” terang  Laurens Manggapro dan istrinya Yakoba yang berkeinginan menempuh jalur damai dengan putranya HM (20) laki-laki terhadap wartawati Radar Sorong.

Tidak hanya minta maaf, ortu pelaku juga minta masalah laka tabrak kabur ini dapat diselesaikan secara kekeluargaan. Fauzia dengan suara yang masih lemas mengatakan sejak awal sudah memaafkan pelaku. Dalam pertemuan yang juga dihadiri Pemred Radar Sorong, Rosmini, Ketua FJPI Sorong Olha dan rekan wartawan lainnya, ortu pelaku juga mengatakan siap ganti rugi atas biaya pengobatan kedua korban dan ganti rugi motor yang rusak. Simpatik dengan ortu pelaku yang pensiunan guru itu,  upaya damai pun berlanjut  ke Kantor Satlantas Polres Sorkot. Hanya saja upaya penyelesaian kekeluargaan  belum bisa terlaksana kemarin karena pelaku HM sedang berada di Seget dan baru bisa datang menemui penyidik pada sore kemarin atau hari ini (Jumat,24/7 ).    

Sebelumnya, kedua orang tua pelaku mendatangi kantor Radar Sorong untuk meminta maaf dan akan bertanggung jawab  atas insiden yang menimpah kedua korban tersebut. Usai dari Kantor Radar korban dan ortu pelaku mendatangi Kantor Satlantas untuk dimediasi atas penyelesaian kekeluargaan yang ditempuh oleh kedua belah pihak.

Laurens selaku ayah pelaku, memohon maaf atas tindakan yang dilakukan anaknya. Ia menginginkan agar permasalahan tersebut dapat diselesaikan dengan secara kekeluargaan. Sebab menurut Laurens terkait dengan kejadian tabrak lari tersebut, ia diberitahukan oleh adik dari pelaku, karena  sebelum kejadian tersebut, pelaku sedang dalam perjalanan ke Ramayana Mall.

“Sehingga kami langsung datang ke sini untuk menemui pihak korban karena kami tidak mau korban kecewa kalau kami tidak menyelesaikan masalah ini. Sehingga dari kemarin  kami terus berusaha untuk mencari korban dan datangi kantor korban tapi tidak ada sehingga kami pulang,” jelasnya kepada Radar Sorong, kemarin.

Oleh karena itu, pada  Kamis (23/7) kemarin, Ia bersama dengan istrinya kembali mendatangi kantor Radar Sorong untuk menemui korban. Sehingga ia pun bertemu dengan kedua korban dan langsung meminta maaf dan akan menyelesaikan masalah tersebut secara kekeluargaan.

“Anak saya yang tabrak namanya Heri usianya 20 tahun, saat ini masih dalam perjalanan turun dari Seget untuk ketemu di Lantas Polres Sorong Kota,”pungkasnya.(juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed