oleh

Omset Pegadaian Capai Rp 2,145 T

-Ekonomi-51 views

SORONG – Kondisi pandemic yang hingga saat ini masih belum berakhir rupanya tak menyurutkan geliat pertumbuhan sektor perekonomian PT Pegadaian Area Sorong. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya omset PT Pegadaian Area Sorong yang menyentuh angka Rp 2,245 triliun. Padahal tahun sebelumnya, omsetnya baru mencapai Rp 1,945 triliun.
Deputi Bisnis Pegadaian Area Sorong, Tjahyono Budi Utomo mengungkapkan, kenaikan signifikan yang dialami PT Pegadaian pada tahun 2021 ini rata-rata berkisar antara 13,95 persen dari target. Jika dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya sekitar Rp 264 miliar, tahun ini OSL PT Pegadaian Area Sorong rata-rata berada di kisaran Rp 802 miliar.
Disebutkan, produk utama PT Pegadaian yang mempengaruhi meningkatnya omset adalah merupakan produk inti PT Pegadaian seperti KCA, tabungan emas, logam mulia, dan beberapa produk lain. Oleh karena itu, PT Pegadaian yang memang fokus pada bisnis mikro, saat ini sedang mencoba untuk tetap survive di bidang tersebut. Aapalagi, kondisi pandemic ini membuat pihaknya tidak bisa terlalu banyak melakukan pergerakan untuk berekspansi.

“Tahun 2021 Pegadaian mencanangkan bahwa untuk kegiatan bisnis fokusnya ada dua. Di bisnis inti seperti KCA, tabungan emas, logam mulia, dan krasida. Jadi di situasi seperti ini fokus kita bukan di mikronya tetapi di gadainya. Produk lain sementara di-hold dulu karena kondisinya belum memungkinkan. Kita lebih fokus pada transakasi berbasis digital atau yang dikenal dengan Pegadaian Digital service (PDS),” jelas pria yang akrab disapa -Tomi-.
Hal ini, sambung Tomi, juga sesuai tema PT Pegadaian di tahun 2021 yakni memperkuat posisi gadai. Keputusan tersebut diambil, sebab pihaknya memahami bahwa penyaluran produk PT Pegadaian dinilai dapat mempengaruhi taraf ekonomi masyarakat, sehingga perputaran ekonomi diharapkan bisa meningkat.

“Kami untuk produk inti dulu, agar masyarakat bisa terbantu. Karena kita tahu bahwa sampai dengan saat ini kita pun masih kontraksi, banyak perbankan mendapat koreksi, Namun yang luar biasa, PT Pegadaian tidak ada koreksi sama sekali, sebaliknya, kami justru tumbuh. Saya pribadi menilai ini ada anomaly, atau kepercayaan luar biasa dari masyarakat terhadap produk PT Pegadaian. Sebab itulah tahun ini kami akan memfokuskan diri pada produk inti KCA, seperti kredit gadai, krasida dan tabungan emas,” bebernya.
Untuk produk mikro, tahun ini PT Pegadaian Area Sorong tidak menerima target besar dari kantor pusat, justru menuruh. Dari tahun sebelumnya yang ditargetkan antara Rp 400 hingga Rp 500 mikiar, kini hanya ditargetkan Rp 233 miliar. Sementara ini, produk unggulan PT Pegadaian masih dikuasai oleh produk gadai, namun tidak melulu hanya tabungan emas saja. Namun entry point untuk masuk ke produk gadai tersebut, salah satunya adalah tabungan emas yang tetap menjadi produk andalan nasabah PT Pegadaian.

“Kita sampaikan kepada masyarakat bahwa berinvestasi bukan hanya dengan variable saham, tabungan, properti atau kendaraan saja, namun emas adalah salah satunya. Karena ada kestabilan dari harga emas. Saya tekankan bahwa stabil bukan berarti bahwa ada keuntungan dalam jangka pendek, tetapi dalam jangka panjang. Kalau untuk keuntungan jangka pendek, jangan berharap dari emas, mungkin bisa dengan instrument investasi yang lain seperti pasar modal, saham dan sebagainya. Namun ya kembali lagi, jantung kita kuat atau tidak, begitu,” pungkas Tomi menutup obrolan sore itu. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed