oleh

Oknum Pegawai Bapas Dipolisikan

Janjikan PNS, Diduga Raup Puluhan Juta

SORONG – Oknum pegawai Balai Pemasya­rakatan (BAPAS) Sorong berinisial NW di­laporkan ke polisi atas dugaan tindakan  melakukan penipuan terhadap seorang wanita berinisial NDS (31) untuk menjadi pegawai Bapas di Sorong. Namun, alih-alih menjadi pegawai, uang NDS pun diraup (dikuras) hingga Rp 22 juta. Tidak terima dengan hal tersebut, NDS didampingi tim pengacaranya mendatangi Polres Sorong kota, Jumat (18/12).

PMB OPBJJ-UT Sorong

 Pantauan Koran ini, NDS yang didampingi oleh tim pengacaranya mendatangi Polres Sorong Kota untuk melaporkan kejadian tersebut, sehingga korban pun dimintai keterangan singkat kurang lebih 1 jam. Pengacara korban, Jein Robby A. Wosiry, SH menjelaskan dugaan penipuan yang dialami kliennya terjadi sejak tahun 2014, dimana saat itu korban bertemu dengan NW di salah satu Mall di Kota Sorong dan menanyakan apakah ada lowongan untuk bekerja di BAPAS Kota Sorong. Selanjutnya, direspon oleh NW dengan meminta nomor handphone NDS.

“NW menghubungi kline kami dan mengatakan agar klinen kami menyiapkan diri dan uang sejumlah Rp 21 juta,”jelasnya kepada awak media, kemarin. Kemudian, NW mengatakan bahwa ia akan menanggulangi uang muka (tanda jadi) sebesar Rp 5 juta terlebih dahulu kemudian NW meminta NDS untuk menggantikan uangnya akhirnya NDS mentransfer Rp 10 juta kepada NW.

 Sementara itu, NDS mengatakan NW sendiri merupakan teman semasa SMAnya, sehingga ia pun percaya terhadap temannya tersebut yang menjanjikan bisa tembus PNS di lingkup Kementerian Hukum dengan syarat harus ada pelicin (sogok) yang awalnya hanya Rp 10 juta  namun semakin lama mengalami kenaikan hingga NDS pun sudah mentransfer uang sebesar Rp 22 juta.

“Transfer uang itu memang secara bertahap, dan sejak tahun 2014 hingga kini tidak ada kejelasan bahkan saya sudah mendatangi dia dengan baik-baik tapi dia bilang nanti, nanti dan nanti dan 

menghindar,”ujarnya.

Kemudian, NW pernah memberikan NDS sebuah surat yang berisikan siap di tempatkan dimana saja dengan tandatangan di atas materi 6000 serta NW pun pernah menghubungi NDS dan menanyakan ukuran baju dan sepatu yang katanya akan dipakai oleh NDS.

 Diakui NDS, bukan hanya dia korban penipuan namun masih banyak korban NW lainnya dengan iming-iming menjadi PNS bahkan salah satu korbannya sudah mengeluarkan Rp 50 juta.”Kami sudah melapor ke pimpinannya, tapi pimpinannya sarankan melapor ke pihak kepolisian atau melapor ke bendahara kantor. Pas kita cek, gaji NW itu nol karena dia memiliki banyak utang,”ungkapnya.

Usai dilaporkan sambung NDS, pihak Kepolisian mengatakan akan menindak lanjuti laporan tersebut.

 Sementara itu saat  coba dihubungi wartawan, pihak BAPAS belum memberikan konfirmasinya  karena dari informasi yang diperoleh , pimpinan BAPAS  tidak ber­ada di tempat. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed