oleh

‘Oknum Partai Golkar Jangan Klaim Diri’

SORONG – Munculnya oknum kader partai Golkar atau simpatisannya yang saling mengklaim dirinya layak menjadi calon Gubernur Papua Barat di pilgub mendatang, mendapat tanggapan cukup keras dari DPD Angkatan Muda Pembaharuan Indonesia (AMPI) Kabupaten Maybrat yang merupakan salah satu ­organisasi sayap Partai Golkar, bahwa tindakan mengklaim tersebut terlalu membanggakan diri.

Ketua DPD AMPI Kabupaten Maybrat, Botoho Fransiskus Nauw,ST, hingga kini belum ada pernyataan resmi dari DPP Partai Golkar bahwa si-A atau si-B yang akan mendapatkan rekomendasi untuk maju pilgub Papua Barat.  Menurut Botoho, jangankan rekomendasi, RUU Pilkada saja belum disahkan apakah Pilkada akan diselenggarakan pada tahun 2022 atau mundur, akan tetapi oknum kader sudah membanggakan diri bahwa mereka merupakan kader terbaik.

”Saya membantah klaim-klaim tersebut sebab Partai Golkar memiliki survey tersendiri sebelum akhirnya merekomendasikan siapa yang akan dicalonkan sebagai calon Gubernur Papua Barat nanti. Jadi sekarang tahan diri dulu, nanti dilihat siapa yang layak mendapatkan rekomendasi dari DPP,” kata Botoho F. Nauw kepada Radar Sorong melalui sambungan telepon seluler, Sabtu (23/1).

Menurutnya, Partai Golkar Papua Barat memiliki beberapa kader terbaik, diantaranya Bernard Sagrim (Bupati Maybrat) yang juga merupakan Wakil Sekjen DPP Golkar, Lambert Jitmau (Walikota Sorong), Gabriel Assem (Bupati Tambrauw) dan Jhony Kamuru (Bupati Sorong). ”Mereka ini semua kader terbaik, nanti tim survey atau tim penjaringan akan turun melihat siapa yang memiliki elitabilitas yang layak maka dia akan mengantongi rekomendasi Partai Golkar, karena harus memiliki elitabilitas dan basis massa yang jelas baru bisa memperoleh rekomendasi,” terangnya.

Menurut Botoho, semua kepala daerah yang merupakan kader Partai Golkar juga merupakan kader terbaik. Mereka memiliki figur, dedikasi dan jam terbang yang tinggi dan berbeda serta memiliki target. Terlepas dari itu, selaku Ketua AMPI Kabupaten Maybrat, Botoho Nauw menilai Bupati Maybrat Bernard Sagrim yang terbaik untuk maju di bursa calon gubernur karena beliau satu-satunya kader Golkar di Papua Barat yang ditarik menjadi Wakil Sekjen DPP Golkar membidangi Pemenangan Pemilu. ”Itu prestasi yang luar biasa, karena tidak semudah itu orang masuk pengurus DPP karena DPP melihat kinerja baik dipresentasi kinerja tingkat kota dan kabupaten,” ungkapnya.

Meski demikian, Botoho berharap agar para kader menahan diri dan menunggu rekomendasi dari DPP Partai Golkar. Menurutnya, anak negeri ketika merebut sesuatu harus dengan niat dan tekad yang baik, agar alam yang menyeleksi siapa yang layak, salah satunya mendapatkan rekomendasi Partai Golkar. ”Semua pasti dikatakan kader terbaik tapi tenang dulu karena tahapan saja belum mulai. Saya berpesan agar untuk bursa gubernur Papua Barat khususnya  kami wilayah Sorong Raya dalam hal ini intelektual dari Maybrat, jangan kita orang Maybrat sendiri yang main skak sana sini,” ucapnya.

Ditambahkannya, selama ini yang ia ikuti, saling klaim diri  sepertinya diskenario bahwa antara orang Maybrat sendiri yang diadu, dan hal ini bisa menjadi pemicu masuknya  pihak ketiga dan bisa saja pihak ketiga yang akan mendapatkan rekomendasi dari Partai Golkar.  ”Mari bersatu, membangun persaudaraan, keutuhan dan kebersamaan, namun yang penting menjunjung tinggi persaudaraan orang Maybrat,” pungkasnya. (juh)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed