oleh

Oknum Guru Pesantren Diduga Cabuli 6 Santri

MANOKWARI – Seorang mantan pengajar di salah satu pondok pesantren di Manokwari, Papua Barat, diamankan anggota Polda Papua Barat. Pria berisial FR diduga melakukan pencabulan terhadap santrinya.  Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Papua Barat, Kombes Pol. Ilham Saparona  yang dikonfirmasi Radar Sorong, Minggu (7/3) membenarkan penangkapan FR atas dugaan pencabulan terhadap santri. FR ditahan sejak 11 Februari 2021 dan kini dalam tahap koordinasi dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Papua Barat. 

Perbuatan FR diduga sudah terjadi sejak 2018, dan baru dilaporkan akhir 2020. Pria berusia 21 tahun ini ditangkap di Jayapura pada 9 Februari 2021 oleh Tim Subdit V Renata Ditreskrimum dan langsung dibawa ke Manokwari. 

Dirreskrimum mengatakan, terdapat sekitar 6 korban kebejatan oknum guru pesantren ini yang diduga memiliki kelainan seksual.   FR melakukan pencabulan terhadap santri di salah satu Pondok Pesantren yang ada di Manokwari. Perbuatan tak senonoh FR dilakukan saat memberi hukuman kepada murid atau santrinya. Kepada santri  yang melakukan pelanggaran disuruh menutup mata dan kemudian melakukan (maaf) oral atau onani.

Dirreskrimum menuturkan, FR sempat keluar dari pesantren tempat mengajar di Manokwari dan memilih pulang kampung di Jawa. Tak lama di Jawa, FR kembali ke  Papua, tapi kali ini tujuan ke Jayapura dan mengajar di pasantren lagi.

Atas perbuatan dugaan pencabulan terhadap anak, FR dijerat Undang-undang Perlindungan Anak, pasal 82 Ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2014 sebagaimana diubah Undang-undang Nomor 24 Tahun 2002. “Pelaku ditahan sejak 11 Februari atas laporan akhir tahun 2020, dugaan pencabulan terhadap anak di bawah umur,” jelas Ilham Saparona. (lm)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed