oleh

Oknum Guru Lecehkan Puluhan Taruna

TIMIKA – Seorang oknum guru pembina di Sekolah Asrama Taruna Papua (SATP) berinisial DFL (30), diamankan pihak kepolisian lantaran dilaporkan telah melakukan tindak pidana pelecehan seksual yang disertai dengan tindakan kekerasan terhadap sekitar 25 anak yang merupakan pelajar di SATP yang berada di Jalan Sopoyono, SP 4, Kelurahan Wonosari Jaya, Distrik Wania.

Kapolres Mimika, AKBP I Gusti Gde Era Adhinata, SIK melalui Kasat Reskrim Polres Mimika, AKP Hermanto, SH SIK saat ditemui Radar Timika, mengatakan pelaku DFL diamankan Kamis (11/3) lalu di rumah salah satu kerabatnya di SP 1, Kelurahan Kamoro Jaya. “Sudah kita amankan dan sementara dilakukan pemeriksaan oleh penyidik,” ucapnya.

Lebih lanjut Kasat Reskrim mungungkapkan bahwa kasus pelecehan seksual dan kekerasan yang dilakukan pelaku DFL itu terungkap saat pelaku terakhir kali melakukan perbuatan bejatnya pada Selasa (9/3) lalu sekitar pukul 22. 30 WIT. Korbannya merupakan salah seorang pelajar berinisial ST yang diketahui masih berusia 6 tahun. “TKP di Jalan Sopoyono, Asrama Taruna Papua,” singkatnya. 

Menurut Kasat Reskrim, bahwa dari pengakuan baik pelaku DFL maupun korban ST, pelaku melakukan perbuatan bejatnya terhadap korban di dalam kamar mandi pembina. Kejadian bermula ketika para pelajar selesai melakukan ibadah malam, korban sementara tidur kemudian dibangunkan oleh pelaku. Kemudian pelaku memanggil dan mengajak korban ke kamar mandi pembina. Setelah itu, pelaku menyuruh korban untuk membuka pakaian dan memaksa korban untuk melakukan perbuatan bejat. “Saat itu korban sempat bilang tidak mau, tapi pelaku bilang ko (kamu) harus mau dan korban bilang lagi saya tidak mau nanti saya lapor bapak Andi, lalu pelaku bilang kalau ko lapor bapak Andi nanti saya pukul ko,” ucap AKP ­Hermanto.

Kasat Reskrim melanjutkan bahwa pelaku saat itu sedang melakukan perbuatan bejatnya terhadap korban, namun tiba-tiba pelaku mendengar suara dari teman-teman korban dari luar kamar mandi lalu pelaku kemudian menyuruh korban untuk keluar dari dalam kamar mandi. “Saat mendengar suara teman-teman korban, pelaku kemudian ikut keluar dari kamar mandi dan marah-marah, lalu pelaku memukul teman-teman korban dengan menggunakan kabel. Pelaku ini merupakan tenaga pengajar di sekolah itu,” jelas AKP Hermanto.

Kasat Reskrim bahkan mengatakan bahwa perbuatan pelaku itu bukan hanya satu kali, melainkan sudah berulang kali dengan korban yang berbeda-beda dan keseluruhan korban pun merupakan pelajar pada SATP. “Korbannya banyak dan kejadiannya mulai dari Bulan November Tahun 2020, sampai 2021 Bulan Maret ini tanggal 9 kemarin baru terungkap. Intinya siswa mereka dan di bawah pembinaannya dia (pelaku red), tapi untuk di laporannya ini dua korban. Korban kekerasannya ada 12 orang, kemudian yang pelecehannya 13 orang dan korbannya kebanyakan laki-laki,” urainya. Pantauan Radar Timika kemarin di kantor Pelayanan Polres Mimika, tampak terlihat sejumlah korban yang didampingi pihak sekolah hadir untuk memberikan keterangan. (tns)Oknum Guru Lecehkan Puluhan Taruna

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed