oleh

Nelayan Susah Melaut, Harga Ikan Selangit

-Ekonomi-202 views

SORONG – Cuaca tak bersahabat yang menyelimuti Kota Sorong belakangan ini menjadi pilu bagi sejumlah nelayan. Bukan saja bagi nelayan, ibu-ibu rumah tangga pun ikut mengeluhkan naiknya harga ikan yang mahal.
Kota Sorong yang selama ini dikenal sebagai kota ­penghasil ikan dengan harga ­terjangkau, belakangan ini tidak lagi ­demikian.
Memasuki musim hujan memang kerap kali menjadi kendala bagi nelayan untuk melaut, itulah mengapa ­harga ikan saat ini memang melambung.
Sardi, warga Kota Sorong yang sudah 16 tahun lamanya menjadi nelayan, mengaku hasil tangkapannya kurang maksimal sejak sebulan terakhir ini.
”Memang musim hujan, cuaca buruk jadi kendala. Kalau kita paksa melaut juga risiko besar, hasil tangkapan juga tidak maksimal.
Gelombang kan sudah mulai naik juga, kadang sampai 2,5 meter,” ungkapnya, Rabu (12/8).
Mempertimbangkan tingkat kesulitan dan konsumsi bahan bakar saat melaut, membuat Sardi dan nelayan lainnya mau tidak mau harus menaikkan juga harga jual hasil tangkapannya.
”Kalau mau dibilang karena hasil tangkapan sedikit, sementara risiko lebih besar ya saya kira wajar lah harganya naik sedikit. Itupun meski kita naikkan harga, pendapatan belum maksimal. Apalagi di tambah Corona belum selesai, mau bagaimana, namanya kita cari hidup,” bebernya.
Menurutnya, kenaikan ­harga ikan kini masih normal ­sekitar 20 persen. Sementara hasil tangkapan menurun sudah sekitar 20 persen bahkan sampai 30 persen. Namun, kata dia, daya beli masyarakat saat ini masih cenderung ­stabil.
”Masyarakat yang beli ikan agak turun memang, tapi hanya sedikit. Masih bisa dikatakan cenderung stabil.
Kalaupun turun paling ­tinggi mungkin hanya 10 sampai 15 persen saja. Mereka yang tetap beli mungkin karena sudah terbiasa makan ikan. Kadang ada orang yang tidak bisa makan kalau tidak ada ikan, jadi begitulah,” tutupnya. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed