oleh

Nasi ’Ganja’ Digagalkan Masuk Lapas

SORONG – Upaya penyelundupan narkoba ke dalam Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Sorong kembali terjadi, namun digagalkan petugas Lapas. Menggunakan modus nasi bungkus yang didalamnya diselipkan ganja, kasus ini berhasil diketahui oleh petugas. Kejadian ini bermula dari seseorang pembesuk menitipkan sebungkus nasi untuk salah satu warga binaan berinisial LF. Usai menitipkan nasi bungkus, pembesuk langsung bergegas pergi.

Sesuai protap, segala sesuatu yang berlalu lintas keluar-masuk di lingkungan Lapas harus diperiksa, termasuk makanan. Makanan yang dititipkan kepada petugas diperiksa, ternyata didalamnya terdapat barang asing terbungkus plastik yang diduga ganja. Petugas kemudian melapor kepada Satnarkoba Polres Sorong Kota serta memanggil dan menginterogasi warga binaannya, LF. 

Saat diperiksa, yang bersangkutan mengelak dan tidak mengakui bahwa dirinya telah memesan barang haram tersebut. Namun ketika diperiksa lebih lanjut, petugas menemukan handphone LF yang didalamnya terdapat percakapan yang mengarah kepada transaksi narkoba. ”Cukup prihatin karena kejadian ini. Warga binaan menggunakan HP di dalam, padahal tidak boleh,” kata Kepala Lapas Kelas 2B Sorong, Gustaf Rumaikewi,SH,MH.

Selama ini lanjut Rumaikewi, pihaknya telah memperketat, penertiban dan menutup celah-celah yang bisa dimanfaatkan warga binaan memasukkan barang-barang terlarang. Namun dengan ketatnya peraturan dan sistem operasi yang dilakukan petugas, warga binaan semakin jeli mencari dan memanfaatkan celah-celah terkecil tersebut. ”Kami sebenarnya punya protap baku, operasi dan razia sudah kami lakukan semaksimal mungkin, tetapi warga binaan juga semakin cerdas dan jeli memanfaatkan celah terkecil untuk menyelundupkan sesuatu, termasuk ganja dan handphone tadi. Justru dengan kejadian ini, baru terungkap lagi,” jelas Kalapas Sorong.

Pembesuk yang menitipkan nasi bungkus berisi ganja, masih jadi target pencarian aparat kepolisian. Kasus ini pun masih didalami oleh Satnarkoba Polres Sorong Kota. Sementara LF, masih berada di ruang isolasi Lapas Sorong untuk kebutuhan pemeriksaan lebih lanjut. Dikarenakan keterbatasan peralatan, sampai saat ini LF masih belum menjalani tes urin. ”(Tes urin) kami belum lakukan karena keterbatasan alatnya. Sampai saat ini kami maaih menunggu, alat masih dalam pengiriman. Namun yang bersangkutan sudah kami pisahkan dengan tahanan lain, kami masukkan ruang isolasi,” pungkasnya. (Ayu Wulandari)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed