oleh

Nasabah Bumiputra Keluhkan Polis Tak Dibayarkan

-Ekonomi-133 views

SORONG – Problematika pelik agaknya sedang menggoyangkan stabilitas asuransi tertua di Indonesia, yakni Bumiputera. Dilansir dari berbagai media, Bumiputera dikabarkan mengalami gagal bayar terhadap jutaan polis nasabahnya. Nasabah Bumiputera tersebut terancam bakal mengalami kesulitan pencairan terhadap polis yang sudah jatuh tempo dan polis habis kontrak (HK). Tak hanya terjadi di Jakarta, hal yang sama nampaknya terjadi di kantor cabang Bumiputera lainnya, salah satunya di Kota Sorong.
MH, salah satu nasabah Bumiputera berkisah bahwa dirinya memiliki polis yang sudah habis kontrak namun belum terbayarkan.
”Polis sudah habis kontrak berbulan-bulan bahkan tahunan tapi tidak belum ada kepastian kapan akan terbayarkan. Saya punya polis disana lebih dari satu, kalau ditaksir nilainya ratusan juta,” jelasnya melalui pesan singkat.
Radar Sorong yang ­mencoba mengulik kepastian dengan mendatangi Kantor Bumiputera Cabang Sorong, Senin (3/8) pun belum mendapatkan hasilnya. Gagal bertemu pimpinan, sebab hanya ada seorang pegawai wanita yang bekerja di sana.
Saat coba dikonfirmasi, salah satu pegawai Bumiputera enggan banyak bercakap, dan justru mengarahkan agar media meminta penjelasan dari kantor wilayah di Jayapura.
”Kalau mau bertanya masalah itu, kami di cabang tidak menerima untuk seperti itu. Kemarin ada juga 1 wartawan yang minta untuk konfirmasi tapi kami tidak bisa. Kalau mau cari tahu langsung ke kantor wilayah atau ke kantor pusat di Jakarta. Kita punya kantor Wilayah ada di Jayapura dan kantor pusat di Jakarta langsung,” ujarnya.
Kalau di cabang, lanjutnya, hanya bekerja sesuai dengan mekanisme dan aturan dari atas.
”Kami disini hanya kerja saja, karena aturan semuanya dari atas ke bawah bukan dari bawah ke atas. Kami tidak punya wewenang untuk bicara kepada media.
Kalau kami memberikan penjelasan kepada nasabah oke, bisa, tetapi kalau untuk konfirmasi kepada media atau seperti ini kami tidak bisa,” putusnya.
Nasabah khawatir, Bumiputera bakal mengalami hal yang sama seperti yang terjadi ­pada asuransi Jiwasraya. Namun hingga saat ini, MH dan beberapa nasabah lainnya masih terus menggantungkan harapan mereka kepada ­Bumiputera.
”Harusnya mereka upayakan, Bumiputera harus bertanggung jawab,” tandasnya. (ayu)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed