oleh

Namatota Kampung Model Pariwisata

KAIMANA – Kampung Namatota, Distrik Kaimana, Kabupaten Kaimana dipilih sebagai kampung model pengembangan pariwisata berbasis kampung di Tanah Papua. Dinas Pariwisata Kabupaten Kaimana juga telah menetapkan kampung di sebalah timur Kaimana ini, sebagai kampung model pengembangan pariwisata berbasis masyarakat adat. Kampung Namatota dipilih karena memiliki potensi wisata alam, budaya dan kulinernya.

  Untuk memastikan adanya kesepakatan kerjasama, antara pemangku kepentingan dalam proses pengembangan kampung wisata, Yayasan EcoNusa bersama dengan Dinas Pariwisata Kabupaten Kaimana, dan Indecon menggelar lokarkaya konsultasi publik dokumen perencanaan pengembangan wisata Kampung Namatota, di Hotel Grand Papua Kaimana, Kamis (4/2) dan Jumat (5/2).

  Lokakarya yang dihadiri oleh wakil Bupati Kaimana Ismail Sirfefa, S. Sos, sejumlah pimpinan OPD dan penggiat pariwisata Kaimana.

  Kabupaten Kaimana sebagai kota pesisir memiliki potensi wisata bahari dan pesisir yang beragam dimulai dari pantai, pulau – pulau kecil hingga teluk yang menjadi andalan pengembangan pariwisata. Selain keindahan alam keanekaragaman hayati yang kaya dan langkah seperti Ikan Hiu Paus, Lumba‐lumba, dan terumbu karang juga menjadi potensi yang perlu dikembangkan dan dikelola dengan asas berkelanjutan.

  Pengembangan Kabupaten Kaimana sebagai daerah wisata baru di Provinsi Papua Barat, tentunya membutuhkan perencanaan wisata yang strategis sehingga dapat memberikan manfaat bagi pemerintah daerah dalam bentuk Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kesejahteraan masyarakat lokal dan terutama bagi keberlanjutan potensi wisata itu sendiri.

  “Diharapkan ada kesepakatan menjadikan dokumen perencanaan pengembangan wisata di Namatota menjadi dasar pengembangan kampung model, dan adanya pemaparan rencana kebijakan dari dinas – dinas terkait di lingkungan Pemda Kaimana,” jelas Alosius Numberi, program associate pengelolaan sumber daya alam yayasan EcoNusa kepada wartawan disela-sela pelaksanaan lokakarya, Jumat (5/2).

  Alosius berharap, dengan adanya kegiatan tersebut dapat diperoleh hasil identifikasi, dan potensi pemetaan dari seluruh pemangku kepentingan terkait kondisi pariwisata di Kaimana serta peluang pengembangannya.

   “Pemetaan potensi kerjasama antar pemangku kepentingan, yang dapat mendukung pengembangan wisata di Kampung Namatota, dan adanya dokumen rencana tindak lanjut perencanaan wisata di kampung model kampung Namatota,” harap Alo. (fat)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed